Industri Otomotif

Benelli Seriusi Pasar Indonesia

Ekawan Raharja    •    Senin, 13 Aug 2018 11:51 WIB
industri otomotifbenelli
Benelli Seriusi Pasar Indonesia
Benelli saat ikut serta di GIIAS 2018. Benelli

BSD City: Nama Benelli mungkin saat ini tidak sepopuler Honda, Yamaha, Kawasaki, atau juga Suzuki di Indonesia. Cuma jangan salah bahwa sepeda motor dengan nilai historikal tinggi ini memiliki semangat untuk meramaikan pangsa pasar sepeda motor tanah air.

Direktur PT Benelli Motor Indonesia, Steven Kentjana Putra, menjelaskan Benelli merupakan sepeda motor yang sudah berdiri sejak 1911. Dia pun tertekad untuk membawa dan membesarkan sepeda motor asal Italia ini di tanah air.

"Beneli ini sudah punya DNA klasik sejak 1911, jadi tahun ini sudah 107 tahun. Saya bangga kalau bisa menghidupi kembali sepeda motornya," bukanya Minggu (12/8/2018) di Indonesia Convention Exhibtion (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, kepada Medcom.id.

Dia pun mencoba membangkitkan Benelli ini dengan memanfaatkan tren sepeda motor klasik di Indonesia. Mengingat sepeda motor klasik dengan gaya cruiser, cafe racer, dan jenis lainnya semakin menjamur.

Bahkan beberapa agen pemegang merek juga sudah memiliki lini produk dengan gaya klasik. Sebut saya Kawasaki Vulcan dengan gaya cruiser, Honda CMX 500 Rebel, hingga Honda Super Cub C125 yang baru saja dirilis.

"Dua tahun ini saya melihat ada tren out of mainstreem yang cukup baik seperti motor-motor kayak cruiser, cafe racer, gaya klasik," ujarnya.

Keseriusan ini coba ditunjukan melalui 13 lini produk yang ditawarkan oleh Benelli Indonesia. Bahkan produk terbarunya, Motobi 200 Evo, sangat kental dengan aura klasik bergaya cruiser.

Bahkan produk mereka bukan berstatus Completely Build Up (CBU). Motobi 200 Evo bahkan sudah hasil Completely knock down (CKD) di fasilitas perakitan di Bogor.

"Tahun depan kita akan hidupkan Leoncino 500 dan 250, sudah pernah kita pajang tetapi tidak pernah rilis. Di negara lain sudah dirilis seperti di Thailand dan Malaysia," bukanya.

Keseriusan juga ditunjukan dengan ekspansi dealer di Indonesia. Target Benelli Indonesia hingga akhir 2019 adalah 50 dealer.

"Sekarang sekitar 20, ada di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Papua, hingga Riau," jelasnya.

"Biasanya kalau ada mereka baru, ada kekhawatiran soal purna jual. Tenang saja karena kita full rakit di sini dan kita APM bukan importir umum. Ini perbedaan yang signifikan."

Steven mengakui kalau dia juga sudah membuka komunikasi dengan Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI). Bahkan tidak menutup kemungkinan Benelli akan menjadi anggota terbaru AISI.

"Cuma kami lihat juga tahun depan, kita coba ikut daftar di AISI," tutupnya.
 


(UDA)