PW-X, 'Sepeda Gunung' dari Yamaha

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 21 Mar 2017 08:25 WIB
yamahasepeda listrik
PW-X, 'Sepeda Gunung' dari Yamaha
Sepeda gunung enduro produksi Haibike dengan motor listik Yamaha PX-W. ebike-mtb.com

Metrotvnews.com: Selain aneka model sepeda motornya, merek Yamaha juga menempel di produk peralatan musik, perangkat audio, speedboad bahkan sportcar. Kini ada sepeda gunung yang juga menyandang merek Yamaha. Apakah produsen asal Jepang itu juga membuat sepeda gunung?

Tidak sepenuhnya demikian. Lebih tepatnya Yamaha memproduksi motor listrik untuk digunakan di sepeda gunung, istilah kerennya e-MTB. Nama motor listiknya adalah PW-X yang saat ini sudah generasi ke lima.

Bila dibandingkan kakak-kakaknya, dimensi Yamaha PW-X lebih kompak. Bobotnya juga lebih ringan, hanya 3 kilogram. Motor listrik berkuatan 250 watt dengan baterai 500 Wh ini menghasilkan tenaga yang membuat sepeda lebih melesat cepat setara dengan 120 kayuhan per menit. Torsi maksimalnya mencapai 80 Nm.



Motor listrik dipasang tertintegrasi dengan crank-set hollow single chain ring layaknya sepeda gunung. Tetap mengandalkan rantai untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan ke roda belakang. Rantai itu pun tetap dihubungkan ke sprocket 10-11 percepatan sebagaimana umumnya sepeda gunung masa kini.

Pedal tetap harus dikayuh, namun tenaga yang dihasilkan motor listrik tidak lagi tergantung seberapa kuat biker menggenjot pedal. Sebaliknya, motor listrik meringankan kayuhan sang rider mencapai kecepatan yang diinginkan. Ini sangat berguna ketika menghadapi jalur menanjak terjal dan panjang di medan offroad yang sangat menguras tenaga.



Untuk mengatur keluaran tenaga untuk meringankan rider, Yamaha menyediakan lima pilihan mode kayuhan. Mode defaultnya adalah Extra Power, setelahnya ada +Eco, Eco, Standard dan High modes. Lima mode itu diatur melalui remote di posisi shifter depan dan dipantau dengan monitor terintegrasi dengan stem yang diproduksi Haibike.



Hasil test ride enduro oleh majalah ebike-mtb.com menyimpulkan Yamaha PW-X memiliki performa yang lebih baik dibanding motor listrik sekelas produksi Bosch, Shimano dan Brose. Penambahan tenaga setiap mode tidak menyisakan jeda yang bisa merusak momentum kayuhan.

Di Indonesia, penggunaan sepeda dengan motor listrik sebatas di kelas city-bike. Sejauh ini para penggiat serius olahraga bersepeda gunung menilai penggunaan motor listrik justru mengurangi sensasi bersepeda. Bahkan dianggap sebagai 'kecurangan' walau tidak sedang berkompetisi. Sementara di Eropa yang terjadi adalah sebaliknya, namun masih diharamkan di arena kompetisi.
 


(LHE)