Klub dan Komunitas

Skuteris Tebus Dosa Emisi dengan Riding

Ekawan Raharja    •    Minggu, 22 Oct 2017 12:18 WIB
klub motor
Skuteris Tebus Dosa Emisi dengan <i>Riding</i>
Para bikers dari berbagai komunitas ini suarakan mengenai isu lingkungan hidup. Dyandra Promosindo

Metrotvnews.com, Jakarta: Setiap orang atau komunitas memiliki cara tersendiri untuk menyuarakan ide atau pendapat mereka. Seperti halnya komunitas roda dua yang juga memiliki cara unik untuk menyuarakan pendapat mereka mengenai lingkungan.

Sejumlah komunitas sepeda motor melakukan kegiatan bertajuk Riding Tebus Dosa Emisi. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (21/10/2017) ini diiukti oleh berbagai komunitas dari area Jabodetabek seperti naikskuter, Scootheraphy, dan beberapa komunitas sepeda motor lainnya.

Aksi ini dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat agar lebih perhatian terhadap lingkungan di sekitarnya. Khususnya mengenai polusi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor yang membuat udara tercemar.

Aksi konvoi ini dilakukan dari titik di Kemang Jakarta menuju daerah Kemayoran Jakarta. Sesampainya di garis finish, para pengendara motor mendapatkan edukasi mengenai emisi gas buang kendaraan bermotor. Kegiatan ini ditutup dengan aksi komitmen para pengendara menyumbangkan 500 bibit pohon kepada Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia untuk reboisasi.

Kegiatan unik ini mendapatkan sambutan baik dari Wakil Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia yakni Alexander Sonny Keraf. Menurutnya aksi ini merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, khususnya polusi. Kemudian kegiatan penanaman pohon juga sebagai bentuk penebusan dosa mereka atas emisi yang dihasilkan oleh kendaraan mereka.

“Satu, kesadaran menanam itu perlu dan harus kita apresiasi. Kedua, kalau bisa kegiatan seperti ini diviralkan ke kelompok masyarakat atau komunitas yang lebih luas supaya masyarakat lain ikut menanam, atau mereka bisa menyumbang dana untuk penanam pohon yang dilakukan oleh kelompok lain atau pihak yang lain punya. Ketiga, menjaga dan memastikan bahwa tanaman itu akan selamat tumbuh dan menjadi besar. Jangan sampai tanaman itu mati sebelum berkembang,”  ujar Mantan Menteri Lingkungan Hidup pada Kabinet Persatuan Nasional periode 1999 – 2001 melalui keterangan resminya.


(UDA)