Test Ride

Bercumbu dengan Sang Priyayi, Royal Enfield Classic 350

Ahmad Garuda    •    Jumat, 13 Oct 2017 18:19 WIB
royal enfield
Bercumbu dengan Sang Priyayi, Royal Enfield Classic 350
Bercumbu dengan motor priyayi Royal Enfield Classic 350 ke wilayah Gunung Kidul. MTVN/Ahmad Garuda

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi Anda yang suka karakter motor yang bisa diajak berjalan santai tanpa perlu takut kehilangan torsi, Royal Enfield adalah pilihan tepat. Kami berkesempatan menjajal kendaraan yang disebut  priyayinya motor ini hingga ke wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta.

Tentu sensasi berkendara motor ini sangat berbeda dengan motor-motor Jepang atau bahkan motor dengan genre sama sekali pun. Mengingat motor ini punya torsi besar dan karakter mesin long stroke kubikasi sedang. Spek unik ini membuat feeling berkendara motor tersebut seperti seorang priyayi yang tak perlu buru-buru atau arogan di jalan raya.

Kenyamanan di RPM Bawah
Berbicara tentang kenyamanan berkendara, motor yang diklaim sebagai motor priyayi ini, perlu perlakuan unik agar pengendaranya merasa nyaman. Yaitu memainkan putaran RPM (rotation per minute) mesin atau kitiran mesin tak lebih dari 2.500 RPM. Mengingat torsi mesin mencapai 28 Nm meski powernya lebih kecil yaitu 19,8 bhp.

Bukannya tidak bisa meraih putaran mesin yang lebih besar, namun lebih terhadap kenyamanan berkendara. Mengingat getaran dari mesin jika kitirannya sudah berada di atas 2.500 RPM, maka bakal menimbulkan getaran di setang. Getar ini justru bisa membuat tangan jadi fatique atau kram saat memegang kemudi.

"Orang-orang bilang ini adalah motor priyayi. Diperlakukannya pun perlu perilaku khusus, misalnya menjaga RPM tetap rendah agar nyaman," ungkap Road Captain dan Pemilik Royal Enfield, Bubuy di Yogyakarta.

Handling Mantap
Berbicara tentang handling, motor ini menyajikan rideability cukup nyaman. Body positioning yang cukup santai, membuat pengendara dengan tinggi 160 cm bisa mengontrol segalanya. Hanya saja, ketinggian jok cukup membuat pengendara di bawah 160 cm menjulurkan ujung kaki alias sedikit jinjit.

Kenyamanan dalam hal handling tidak terlepas dari sistem suspensi yang cukup baik. Bukan hanya di kedua rodanya, namun juga terdapat suspensi di bawah jok yang membantu pengendara lebih nyaman.

Secara keseluruhan, motor ini menawarkan sensasi tersendiri. Beda karakter, beda feeling, beda perlakuan membuat, orang yang menungganginya juga harus mengubah kebiasaan. Tak perlu main RPM tinggi, motor dengan karakter torsi besar ini, pantas disebut sebagai priyayinya motor.

Spesifikasi teknis:
Mesin
Tipe    Silinder Tunggal, 4 langkah, Busi ganda
Kapasitas 346cc
Bor x langkah    70mm x 90mm
Rasio Kompresi     8.5 : 1
Daya Maksimal    19.8 bhp @ 5250 rpm
Torsi Maksimal    28 Nm @ 4000 rpm
Sistem Pengapian    Pengapian Digital Elektronik
Kopling     Basah, lebih dari satu pelat
Kotak persneling    5 Kecepatan Berkaitan Konstan
Pelumasan     Genangan Basah
Minyak Mesin    15 W 50 API, SL Grade JASO MA
Pasokan Bahan Bakar    Injeksi Bahan Bakar Elektronik Keihin
Pembersih Udara    Elemen Kertas
Penyalaan Mesin    Elektrik/Tendang
Casis & suspensi
Tipe    downtube tunggal, menggunakan mesin sebagai suku cadang yang ditekan
Suspensi depan    Teleskopis, jeruji 35 mm, pergerakan poros roda 130 mm
Suspensi belakang    Dua sok breker yang diisi udara dengan 5 langkah beban awal yang dapat disesuaikan, pergerakan poros roda 80 mm

Dimensi
Jarak roda    1370 mm
Jarak Bagian Terbawah ke Tanah    135 mm
Panjang     2180 mm
Lebar     790 mm
Tinggi     1080 mm
Berat Kosong     187 Kg (dengan 90% Bahan Bakar & Oli)
Kapasitas Bahan Bakar    14,5 Liter (3,2 Galon)

Rem & ban
Ban - Depan    90/90 - 19
Ban - Belakang    110/90 - 18
Rem - Depan Cakram     Cakram 280mm, kaliper 2 piston
Rem - Belakang     Tromol 153 mm, Pengembang Dalam Panduan Tunggal

Kelistrikan
Lampu Belakang    21 W / 5 W
Lampu Sinyal Belok     -
Sistem Listrik    12 volt - DC
Baterai    12 volt, 14 Ah
Lampu Depan    60 W / 55 W, HALOGEN


(UDA)