Motor Listrik

Gesit Punya Asa, Skuter Listrik Karya Anak Bangsa

Ekawan Raharja    •    Kamis, 08 Jun 2017 14:14 WIB
motor listrik
Gesit Punya Asa, Skuter Listrik Karya Anak Bangsa
Gesit sudah melakukan on raod test dari Jakarta menuju Denpasar. Garansindo

Metrotvnews.com, Jakarta: Proyek Garansindo Electric Scooter ITS atau akrab dikenal Gesit terus berjalan. Bahkan Garansindo mengumumkan akan memamerkan Gesit versi produksi di akhir 2017, dan memasarkannya di awal 2018.

Garansindo meyakini bahwa Gesit bakal menjadi fenomenal di Indonesia. Bahkan mereka mengklaim Gesit sudah dipesan hingga puluhan ribu, meski yang ditampilkan baru sebatas versi prototipe.

"Kapasitas produksi pertama 100 ribu, permintaan surat pemesanan kendaraan (SPK) sudah mencapai 50 ribu. Pemesanan paling banyak dari perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah, Kamar Dagang Bali, dan berbagai instansi lainnya," beber CEO Garansindo, Muhammad Al Abdullah, beberapa waktu lalu usai berbuka puasa bersama di Raden Bahari Restaurant Jakarta pada Selasa (6/6/2017).

Berbicara mengenai perkembangan si skuter ramah lingkungan ini, group otomotif merek-merek premium tersebut mengklaim akan banyak perubahan dibandingkan antara versi prototipe dan versi produksi. Bahkan kandungan lokal si Gesit mencapai 90 persen lebih, hanya baterai saja yang masih di impor.

"Perkembangan Gesit cukup signifikan tapi detailnya tidak bisa. Sekarang lebih tenang dulu. Memang banyak perkembangan teknologi yang belum kita sampaikan, masih kita simpan," tambah pria yang akrab disapa Memet tersebut.

Seluruh stake holder Gesit percaya bahwa proyek ini bisa menjadi kebanggan Indonesia kelak. Gesit menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya sekedar menjadi pasar otomotif, tapi juga produsen kendaraan bermotor.

Terkait ini, Garansindo berencana untuk membawa Gesit ke Esposizione internazionale ciclo e motociclo (EICMA) 2017 di Milan Italia. Mereka inginkan sepeda motor hasil karya bangsa ini mendapatkan perhatian dari industri otomotif dunia.

"Tujuan kita cuma satu, yakni Merah Putih. Alangkah bangganya bisa membawa Gesit ke kancah internasional."

berbagai persiapan akan terus dilakukan. Bahkan kehadiran si Gesit di panggung internasional ini sudah mencapai 60 persen.

Tapi tentu saja pengembangan motor ramah lingkungan ini tidaklah murah dan mudah. Masih diperlukan banyak investasi, baik secara dana maupun teknologi, untuk bisa menyempurnakan Gesit dari berbagai sisi.

Tawaran dari berbagai pihak terus mengalir untuk si Gesit. Hanya saja para pengembang motor ramah lingkungan ini masih ngotot untuk mempertahankan lokal konten, dan memaksimalkan investasi masyarakat Indonesia.

"Para stake holder Gesit ini memiliki hasrat tinggi mengembangkan Gesit. Tapi kita semua masih menginginkan bermitra dengan perusahaan Indonesia," ucapnya.

Harapan Garansindo terhadap kendaraan roda dua ini juga besar, terlebih untuk urusan penjualan. Selain berbicara mengenai tingginya animo pemesanan, infrastuktur untuk motor listrik juga semakin dilengkapi oleh pemerintah. Semakin banyaknya infrastuktur yang didirkan untuk menunjang, maka akan meningkatkan rangsangan daya beli masyarakat.

PLN dan Pertamina menjadi pihak rekanan yang disebut paling banyak mempersiapkan infrastuktur untuk kehadiran motor listrik (tidak hanya untuk Gesit saja). Serangkaian fasilitas mereka bangun untuk mempermudah para konsumen motor listrik kelak.

Sebagai contoh, PLN terus menambah jumlah Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Saat ini Sudah ada 393 titik SPLU di Jakarta dan Kepulauan Seribu.

"SPLU ini untuk mematahkan ketakutan orang-orang jika memakai kendaraan listrik. Untuk mencari lokasi SPLU, cukup buka Google Maps dan ketik SPLU, maka akan muncul lokasinya," terang Commerce & Customer Service Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya, Leo Basuki, di sela-sela peluncuran Viar Q1 di Balai Kartini pada Selasa (6/6/2017).

"Sekarang listrik di Jawa dan Bali itu sudah berlimpah. Memang ada proyek listrik 35 ribu Watt, tapi ini untuk di luar Jawa dan Bali. PLN sudah bingung bagaimana untuk menjual kelebihan daya tersebut," tambah Memet.

Kemudian Pertamina juga menyatakan komitmen dengan motor listrik Gesit. Nantinya penunggang motor listrik tersebut bisa mengganti baterai mereka SPBU-SPBU Pertamina.

"Kalau tidak sempat mengisi daya 2-3 jam, bisa langsung ganti saja. Ini yang menjadi permasalahan awal kita dan sudah diatasi," ujar Memet sembari tersenyum.

Garansindo menargetkan Gesit dapat dipinah dengan mahar kurang dari Rp20 juta. Jika semua rencana tercapai, berjalan mulus, dan harganya yang miring tidak menutup kemungkinan si Gesit bakal merajalela di Indonesia.


(UDA)