Klub dan Komunitas

Kampanye Safety Riding ala Bikers NRB

Ahmad Garuda    •    Sabtu, 04 Nov 2017 20:36 WIB
klub motor
Kampanye Safety Riding ala Bikers NRB
Bikers Nmax Bekasi lakukan kampanye cara berkendara aman di jalan raya. NRB

Metrotvnews.com, Bekasi: Ragam metode atau cara yang dilakukan para bikers untuk menunjukkan kepedulian terhadap tingginya angka kecelakaan di jalan raya. Hal itu juga ditunjukkan Nmax Riders Bekasi atau NRB dengan menggelar Safety Campaign Award 2017.

NRB dipercayai masuk dalam 10 besar nominasi komunitas yang lolos dalam seleksi awal pengiriman proposal kegiatan tentang berkendara aman di jalan raya. Sudah pasti siap bersaing dengan komunitas lainnya.

"Jelas kami siap bersaing, namun kami bersaing secara kompetitif bukan reaktif atau ke arah negatif. Kami tunjukan kekompakan, kami buktikan konsepnya dan kami juga perlihatkan efek dari kegiatan ini," tegas ketua Pelaksana 1, Heru.

NRB mengusung Tema 'Motor Bukan Untuk Anak Umur < 17 Thn' karena berdasarkan survey dari beberapa lembaga, tingkat kematian anak di bawah umur meningkat setiap tahun.

"Makin banyak yang meninggal, terus siapa yang mau meneruskan negara ini kalau banyak yang meninggal di jalan karena kecelakaan berkendara motor."

Berdasarkan UU LAJ 22/2009 Pasal 281 sudah sangat jelas dikatakan bahwa pengendara dibawah umur atau yang belum mempunyai Sim DILARANG menggunakan kendaraan roda dua, sangsi jelas 4 bulan kurungan atau denda maksimal Rp 1.000.000,- kekompakan NRB kian terasa disaat tim dari Safety Campaign Award 2017 internal Member yaitu Heru dan Fariz memberikan sosialisasi dan membuat suatu komitmen yang kepada seluruh member agar ikut serta dalam segala bentuk kegiatan yang di selenggarakan.

Komitmen ini ditunjukan dengan foto bersama di momen touring keluarga besar NRB dan memegang huruf satu persatu hingga membentuk tulisan 'Motor Bukan Untuk Anak Umur < 17 Thn'.

Bentuk kampanye yang mereka lakukan pun cukup nyata. Mereka membaginya dalam beberapa proses. Di antaranya
1.     Pengambilan data awal
Pendataan tahap awal disekitar jalan raya yang terindikasi  banyak pengguna motor dibawah umur dan sekolah-sekolah tingkat pertama.

2.     Edukasi / sosialisasi / pelatihan kepada murid-murid SMP melalui pihak sekolah yang ditunjuk / bersedia.

3.     Aksi simpatik dengan menggelar spanduk atau banner yang berisi edukasi/peringatan akan bahayanya motor bagi penggunan di bawah 17  tahun serta pembagian sticker peringatan dijalan raya yang ditunjuk.

4.     Survey dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar melalui aktivitas arisan RT, pengajian, tempat kopdar komunitas/klub motor dll.

5.     Pengambilan data akhir

Pendataan akhir adalah pengambilan data kembali dengan lokasi, hari dan jam yang sama seperti point 1, dan digunakan untuk memantau sejauh mana efektivitas kegiatan yang sudah dilakukan, apakah berhasil atau tidak.

Pada Sabtu (4/11/2017) mereka menggelar aksi simpatik di Lapangan Pedurenan. Dilanjut sosialisasi ke SMP 10 Bekasi dan SMP Al Azhar Bekasi.


(UDA)