Komparasi

Aerox 155 VVA vs Vario 150 eSP, Mana Lebih Unggul?

Ainto Harry Budiawan    •    Rabu, 16 Nov 2016 09:42 WIB
Aerox 155 VVA vs Vario 150 eSP, Mana Lebih Unggul?
Vario 150 eSP mendapat kompetitor serius dari Yamaha. Dok. MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Kehadiran Yamaha Aerox 155 VVA cukup menyita perhatian. Pasalnya skutik ini disebut-sebut sebagai lawan sepadan buat Honda Vario 150 eSP. Skutik yang saat ini cukup banyak terlihat di jalanan.

Untuk memberikan gambaran soal penilaian itu, Metrotvnews.com akan kupas lebih detail kedua motor tersebut dari data spesifikasi.

Desain
Keduanya punya desain serba tajam dan sporty. Tapi Aerox terlihat lebih berisi. Sedangkan Vario lebih ramping. Desain serba tajam inilah yang banyak disukai konsumen Indonesia.

Keduanya sama-sama andalkan lampu depan LED. Kebetulan, lampu LED sedang tren pada saat ini. Perbedaan ada di bentuk dek. Aerox dengan pembatas. Sedangkan Vario dengan dek yang rata tawarkan area untuk membawa barang.

Dimensi
Aerox sedikit lebih besar dari Vario. Aerox punya ukuran (PxLxT) 1.990 X 700 X 1.125 mm. Sedangkan Vario 1.921 x 683 x 1.096 mm. Vario lebih lincah karena memiliki sumbu roda lebih pendek (1.280mm). Aerox memiliki sumbu 1.350mm yang akan membuatnya stabil di trek lurus.

Fitur
Aerox punya banyak, Stop & Start System, Smart Motor Generator, Smart Key System, indikator LCD 5.8 inci, power charger, bagasi luas, dan rem ABS untuk tipe tertinggi.

Dua fitur pertama juga dimiliki Vario namun dengan nama berbeda. Begitu juga dengan bagasi dibalik jok. Sisanya, fitur skutik Honda ini kalah. Namun untuk urusan pengereman, Vario dilengkapi dengan Combi Brake System.

Mesin
Aerox unggul tenaga dan torsi dari Vario, yakni 14,7 daya kuda di 8.000 rpm dan 13,8 Nm di 6.250 rpm berbanding 12,5 daya kuda di 8.500 rpm dan 12,8 Nm di 5.000 rpm. Kapasitas murni mesin juga berbeda, 155,1 cc berbanding 149,3 cc milik Vario.

Perbedaan signifikan ini karena penggunaan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang mengatur durasi noken as pada putaran rendah dan tinggi. Kendati sama-sama SOHC, Aerox punya empat klep, Vario 150 hanya sepasang klep. Tentang cara kerja VVA bisa dilihat disini. 

Keduanya sama-sama sudah menganut injeksi bahan bakar. Jadi bakal lebih mudah saat perawatan dan hemat BBM. Mesin Aerox identik dengan yang digunakan oleh Nmax.

Harga
Vario dibanderol dengan harga Rp20,5 juta (Sporty) dan Rp20,65 juta (Monokrom). Sedangkan Aerox belum ada harga resmi. Berhembus kabar harga termurah Aerox ada di Rp20 jutaan. Harga tertinggi tidak sampai Rp25 juta untuk tiga variannya.

Kesimpulan
Sebagai penantang Vario, Aerox unggul di beberapa bagian seperti fitur dan mesin. Jika pemilihan harga tepat, tinggal pasar yang akan menentukan mana yang lebih baik dari keduanya.

Spesifikasi Yamaha Aerox 155 VVA
PxLxT : 1.990 X 700 X 1.125 mm
Jarak sumbu roda: 1.350 mm
Jarak terendah ke tanah: 142 mm
Tinggi tempat duduk: 790 mm
Berat: 116 kg (S Version), 117 kg (R Version), 118 kg (STD)
Kapasitas tangka bensin: 4,6 L
Tipe mesin: Liquid cooled 4-stroke SOHC 4 valves
Susunan silinder: Single cylinder
Diameter X Langkah: 58 x 58,7 mm
Perbandingan kompresi: 10,5 ± 0,4:1
Volume silinder: 155,1 cc
Daya maksimum: 14,7 dk (11,0 kW)/8.000 rpm
Torsi maksimum: 13,8 Nm/6.250 rpm
Sistem starter: Electric starter
Sistem pelumasan: Wet sump
Kapasitas oli mesin: 0,90 L (penggantian)
Sistem bahan bakar: Fuel Injection
Tipe kopling: Dry, Centrifugal Automatic
Tipe transmisi: V-belt automatic
Tipe rangka: Underbone
Suspensi depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Unit Swing sokbreker ganda
Tipe ban: Tubeless
Ban depan: 110/80-14M/C 53P
Ban belakang: 140/70-14M/C 62P
Rem depan: Disc brake single piston
Rem belakang: Drum brake
Sistem pengapian: TCI
Tipe battery: YTZ7V
Tipe busi: NGK/CPR8EA9

Spesifikasi Honda Vario 150 eSP
PxLxT: 1.921 x 683 x 1.096 mm
Jarak sumbu roda: 1.280 mm
Jarak terendah ke tanah: 135 mm
Tinggi tempat duduk: –
Berat: 109 kg (kosong)
Kapasitas tangki bensin: 5,5 L
Tipe mesin: Liquid cooled 4-stroke, SOHC 2 valves
Susunan silinder: Single cylinder
Diameter X Langkah: 57,3 x 57,9 mm
Perbandingan kompresi: 10,6:1
Volume silinder: 149,3 cc
Daya maksimum: 12,5 dk/8.500 rpm
Torsi maksimum: 12,8 Nm/5.000 rpm
Sistem starter: Pedal dan elektrik
Sistem pelumasan: Wet sump
Kapasitas oli mesin: 0,8 L (penggantian)
Sistem bahan bakar: Injeksi (PGM-FI)
Tipe kopling: Otomatis
Tipe transmisi: V-Matic
Tipe rangka: Underbone
Suspensi depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Lengan ayun sokbreker tunggal
Tipe ban: Tubeless
Ban depan: 80/90-14M/C 40P
Ban belakang: 90/90-14M/C 46P
Rem depan: Disc brake single piston
Rem belakang: Drum brake
Sistem pengapian: Full Transisterize
Tipe battery: Baterai 12V–5 Ah (tipe MF)
Tipe busi: ND U27EPR-9, NGK CPR9EA-9
(HIL)