Ada 'Mantan' di Balik Vinnales yang Fenomenal

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 12 Jun 2017 16:59 WIB
motogp 2017
Ada 'Mantan' di Balik Vinnales yang Fenomenal
Wilco Zeelenberg, mantan juara dunia yang menjadi pelatih dan analis untuk memoles Maverick Vinales. sportrider.com/Gold & Goose

Metrotvnews.com: Tidak keliru Yamaha super ngotot merekrut Maverick Vinales dari Suzuki. Tiga dari enam kali penampilan perdananya bersama Yamaha tahun ini yang menghasilkan podium diyakini sebagai fenomena lahirnya calon pembalap besar MotoGP.

Yamaha pun harus berkeringat juga agar semua potensi terbaik pembalap kelahiran 12 Januari 1995 itu muncul di lintasan. Tugas besar tersebut dibebankan kepada Wilco Zeelenberg, mantan juara dunia Grand Prix 250 yang tugasnya dalam Yamaha Factory Team sebagai rider performance analyst alias pelatih untuk Maverick Vinales.

Apa saja tugasnya?

"Lebih dari sekedar memberi kritik dan saran bagaimana pembalap harus bertindak, tidak kalah penting membuat perbandingan kinerjanya terhadap pembalap yang lain. Kasarnya jadi mata dan telinga pembalap di sirkuit," jawab Zeelenberg sebagaimana dikutip dari sportrider.com.

Pria WN Belanda yang sebelumnya juga menjadi analis bagi Jorge Lorenzo, menjelaskan tugasnya dimulai sebelum Vinales untuk pertamakali menunggang YZR-M1 Movistar Yamaha MotoGP. Kepada anak binaan barunya itu, Zeelenberg menyampaikan bagaimana mereka harus bekerjasama untuk memujudkan target tim dan pengembangan teknik membalap sesuai kondisi medan.



"Selanjutnya saya harus menyesuaikan dengan kepribadian dan gaya balap Vinales. Mencermati penampilannya, mencatat detailnya dan menyimak keluhannya. Ketika dia bertanya, saya harus bisa menjawabnya dengan jelas. Pada satu titik saya menjadi jembatan antara pembalap dengan teknisi dalam mempersiapkan pacuan yang lebih baik," sambungnya.

Menurutnya karakter Vinales dan Lorenzo cukup berbeda. Dua pembalap memiliki kepribadian yang kuat dan cepat tanggap terhadap apa yang harus mereka perbaiki. Bedanya adalah Vinales lebih disiplin dan stabil emosinya dibanding pendahulunya yang kini membesut Ducati.

"Cara start Vinales perlu perbaikan besar, tapi caranya menekuk tikungan mirip Lorenzo. Selama dia konsisten mencatatkan waktu terbaik, bagi saya itu cukup. Usianya baru 22 tahun, bila performanya terus dipertahankan maka langganan podium itu bukan tidak mungkin," tutup Zeelenberg.



Sepanjang wawancara Wilco Zeelenberg merasa tidak etis dirinya membandingkan Maverick Vinales dengan Valentino Rossi. Walau sama-sama bernaung di bawah Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi memiliki rider performance analyst tersendiri yaitu Luca Cadalora (54) yang juara dunia Grand Prix 250 tahun 1991 dan 1992.

Maverick Vinales memulai karir balapnya di kelas 125 bersama Aprillia pada 2011. Setahun kemudian naik kelas ke Moto3 250 bersama FTR Honda dan menjadi juara dunia pada 2013 ketika membesut KTM. Pada 2014 bergabung ke Kaltex dengan prestasi terbaik runner-up juara dunia Moto2. Suzuki merekrutnya pada 2015 hingga hijrah ke Yamaha pada 2017.

 


(LHE)