Balap Motor

Benny Djati Utomo, Jupiter Swedia Hingga Blade Injeksi

Ainto Harry Budiawan    •    Senin, 04 Jun 2018 06:54 WIB
balap motor
Benny Djati Utomo, Jupiter Swedia Hingga Blade Injeksi
Benny Djati dikenal sebagai tuner berpengalaman. Dok. Pribadi

Jakarta: Dunia otomotif tanah air kembali kehilangan sosok tuner sarat pengalaman, Benny Djati Utomo. Pria akrab disapa Bedu tersebut wafat pada Sabtu malam, 2 Juni 2018 pada usia 47 tahun.

Insan otomotif nasional khususnya dunia balap motor berduka, kehilangan sosok tuner handal yang telah sukses membuat sejumlah terobosan. Salah satunya adalah motor bebek balap injeksi pertama.

Menggawangi Star Motor yang berdiri pertama kali pada medio 2000-an, Bedu sukses membuat workshop miliknya itu menjadi rumah untuk pengembangan motor balap serta tim balap nasional maupun Asia. 

Rafid Poppy, Hokky Krisdianto, Harlan Fadillah hingga Ahmad Jayadi, adalah nama-nama yang sukses diantar Bedu menjadi juara nasional. Belum lagi sejumlah rider yang dibawanya ke balap Asia, saat timnya dikontrak khusus oleh Petronas.

Kuda besi yang digarapnya pun beragam, mulai dari Honda Tena, Cagiva Mito pada era balap motor masih menggunakan mesin dua langkah. Hingga yang terkenal adalah Yamaha Jupiter Swedia.

Kala itu motor ini dibuat untuk mengalahkan ketangguhan Suzuki Shogun pada balap motor nasional. Teknologi Swedia yang diusungnya terus menyebar dan nama Jupiter Z makin berkibar dan banyak digunakan untuk balapan.

Pada 2012 Star Motor pindah dari Yamaha ke Honda dengan membentuk Astra Racing Team. Salah satu kuda besi garapannya adalah Honda Blade tahun 2014 yang saat itu 'dipaksa' menggunakan injeksi. Padahal Blade belum mengusung teknologi tersebut dari pabrikannya.

Dari berbagai keterangan, Benny Djati Utomo wafat setelah Sabtu pagi sempat bermain motor trail. Dirinya kembali ke rumah pada siang hari dan wafat malamnya. Diduga serangan jantung jadi penyebab wafatnya pria yang dikenal humoris tersebut.


(UDA)