Motor Listrik

Sorelea MANX7, 'Pede' dengan Rangka Monokok Buatan Tangan

M. Bagus Rachmanto    •    Senin, 30 Jul 2018 11:30 WIB
motor listrik
Sorelea MANX7, 'Pede' dengan Rangka Monokok Buatan Tangan
Motor Listrik Sorelea MANX7. Rideapart

Belgia: Sorelea mengumumkan motor listrik bergenre balapnya sedang masuk tahap produksi. Setelah beberapa tahun melakukan balapan, pengujian, dan rekayasa desain, Sarolea merilis MANx7, yang terinsiprasi dari motor balap versi jalan SP7. 

Gagasan utamanya adalah untuk menciptakan sepeda motor listrik yang kuat dan sederhana. Estetika MANX7 yang baru terinspirasi oleh versi SP7 pertama yang dibangun pada 2014. Dekat dengan desain aslinya namun elegan, motor ini dibangun berdasarkan DNA balap.

Dilansir Carscoops, inti dari MANX7 adalah sasis monocoque yang terbuat dari bahan serat karbon  dibuat dengan tangan. Kombinasi material dan teknik disebut menghasilkan chassis yang ringan, super kuat dan kaku. Untuk berat total rendah dan keamanan optimal, swingarm juga dibuat dari serat karbon ringan, diproduksi oleh mitra mereka Solvay.

MANX7 diklaim memiliki bobot yang proporsional, yaitu distribusi berat 50 persen di depan dan 50 persen berat belakang, yang memberikan penanganan yang mudah untuk dikendarai. Beratnya lebih dari 217 kg, termasuk baterai 22 kWh.

Tenaga MANX7 berasal dari sistem baterai padat energi Li-Ion 400 v yang tersedia dalam tiga kapasitas, yakni 14kWh untuk kisaran jangkauan 230 km, 18 kWh untuk kisaran jangkauan 280 km, dan 22 kWh kisaran jangkauan 330 km.

MANX7 dilengkapi dengan pengisian cepat daya DC yang kompatibel dengan standar otomotif , yang memungkinkan motor untuk mengisi daya dari 0 hingga 85 persen dalam 25 menit.

MANX7 juga dilengkapi dengan suspensi Öhlins, Garpu FGRT-200 dan shock absorber TTX36 untuk membantu penanganan dan ketangkasan motor. Sistem pengereman dari Beringer jyang uga berasal dari motor balap. Termasuk penggunaan teknologi Aerotec menghindari keausan miring.

Pelek menggunakan Gass-R dari OZ Racing yang dibuat dari aluminium paling ringan untuk penggunaan jalan. Di tangan sang designer, Robert Wilson, motor ringan bertenaga listrik ini mampu menembus kecepatan rata-rata sekitar 150 km per jam. 

Menurut Sarolea motor dengan kapasitas baterai 14 Kwvh dijual seharga 42.975 euro atau sekitar Rp717 juta, untuk kapasitas baterai 18 kWh dihargai 46.280 euro atau sekitar Rp772 juta, dan kapasitas baterai 22 kWh dilabeli 48.760 euro atau sekitar Rp814 juta.


(UDA)