Test Ride

Piaggio Medley, Skuter Perkotaan Bertenaga Besar

Ekawan Raharja    •    Rabu, 21 Sep 2016 09:23 WIB
test ride
Piaggio Medley, Skuter Perkotaan Bertenaga Besar
Secara keseluruhan Piaggio Medley memang bisa diandalkan untuk kendaraan di dalam perkotaan. MTVN/Ekawan Raharja

Metrotvnews.com, Jakarta: Piaggio menawarkan Medley sebagai salah satu skuter matik yang nyaman di perkotaan. Hal ini yang coba dibuktikan tim Metrotvnews.com dengan mengajaknya menari-nari di tengah kondisi lalu lintas Kota Jakarta yang super padat.

Tim mencoba Medley S dari Kantor Metrotvnews.com di Kebon Jeruk Jakarta menuju Jatiwarna, Bekasi, dengan jarak sekitar 33 kilometer. Kondisi saat rush-hours membuat jalanan yang dilalui berkarakteristik stop and go karena kemacetan di beberapa titik. Ternyata ini membuat sensasi tersendiri dibandingkan mengendarai motor-motor skuter matik. Kali ini kami akan mengupasnya satu per satu.

Performa

Skutik (skuter matik) ini menggendong mesin 155,1 cc i-get 4-klep dengan kem tunggal (SOHC). Tenaga yang dihasilkan mencapai 9,6 daya kuda dan torsi 13 Nm.

Ketika pertama kali dinyalakan, starter mesin ini terbilang halus berkat direct mount type brushless motor on the crankshaft. Teknologi ini mirip dengan Alternating Current Generator (ACG) Starter yang sudah diaplikasikan oleh Honda.

Tenaga yang dihasilkan sudah terasa ketika katup gas di buka, bahkan hingga putaran mesin di tengah. Tenaga yang besar ini mengimbangi bodi motor yang besar, dan sangat membantu untuk selap-selip di jalanan yang padat.

Kemudian berbicara handling, motor ini terbilang cukup nurut untuk diajak menari di tengah kemacetan ibukota. Rangka besi tunggal tubular, suspensi teleskopik hidrolik di depan, dan dual-suspension dengan lima setelan kekerasan di belakang bekerja dengan baik.

Fitur & Teknologi

Salah satu keunggulan motor ini adalah fitur start stop yang mirip dengan idle stop milik Honda. Mesin akan diposisikan mati jika berhenti lebih dari lima detik, dan dihidupkannya cukup dengan membuka katup gas.

Kemudian di bagian panel instrumen juga sudah dilengkapi dengan trip computer. Pengendara bisa dengan mudah memantau kecepatan motor, ketersediaan bensin, suhu mesin, voltmeter, suhu luar, odometer, odo 1 dan 2 (trip), hingga waktu.

Berbicara keselamatan, skuter gambot ini sudah dilengkapi dengan rem cakram 260 mm di depan dan 240 mm di belakang. Bahkan di kedua rem tersebut juga sudah dilengkapi dengan anti-lock braking system (ABS).

Kemudian pengendara bisa mengisi daya telepon genggamnya selama perjalanan karena tersedia port USB di kompartemen depan.

Desain

Impresi pertama ketika melihat motor ini pertama kali adalah bentuknya yang besar dengan desain khas motor Eropa. Jika melihat dimensinya saja, Medley S memiliki panjang 2.020 mm, lebar 705 mm, dan tinggi jok mencapai 799 mm.

Kemudian kesan mewah tampak dari body-nya dengan kombinasi garis dan lengkungan khas skuter Eropa. untuk varian Medley S terdapat sedikit perbedaan aksen hitam dibagian spion dan dual-tone di bagian samping depan, jika dibandingkan Medley.

Berbicara ruang penyimpangan, Medley memberikan dua kompartemen penyimpanan barang di bawah jok dan di bawah setang. Kompartemen di bawah jok sanggup memuat dua helm, dan sayangnya kompartemen di bawah setang hanya cukup untuk menyimpang telepon genggam.

Bagian kaki-kakinya tampak kekar berkat pelek 16 inci dengan ban tubeless 100/80 di depan dan dikawinkan dengan pelek 14 inci dengan ban tubeless 110/80 di bagian belakang.

Riding Position

Dimensi dan ukurannya yang cukup besar membuat test rider pertama Metrotvnews.com mengalami kesulitan ketika Medley berhenti saat macet dan lampu merah. Test rider pertama dengan tinggi 160 cm dan berat 60 kg harus duduk di ujung jok dan kaki pun harus berjinjit hingga empat jari kaki.

Saat Medley dijalankan, posisi lengan sedikit tegak lurus dan punggung agak merunduk untuk menjangkau setang. Kekerasan suspensi belakang memang membuat tak nyaman jika bertemu polisi tidur atau jalanan yang berlubang. Tapi lebar jok ikut membantu efek yang kurang enak tersebut.

Kemudian test rider kedua dengan tinggi 170 cm dan berat badan 70 kg sudah bisa merasakan kenyaman dari skuter matik asal Italia ini. Hanya saja kaki tetap harus berjinjit dalam posisi berdiri, dan posisi duduk sedikit digeser ke depan karena joknya yang cukup lebar. Namun soal suspensi sudah mulai terasa empuk dan cukup bermain saat jalanan buruk.

Harga & Kompetitor
Menilik harganya, Medley dibanderol Rp44,2 juta dan Medley S diharga Rp44,9 juta. Jika melihat spesifikasi, segmen, dan harga yang disasar Medley, New Honda PCX bisa menjadi lawan yang sepadan dengan harga Rp39,8 juta.


(UDA)