Australia Superbike

Troy Bayliss Tergoda Balap Full Musim di Australian Superbike

Ahmad Garuda    •    Senin, 25 Dec 2017 15:44 WIB
balap motor
Troy Bayliss Tergoda Balap Full Musim di Australian Superbike
Troy Bayliss turun gunung lagi di Australian Superbike Championship 2018. Asphalt&Rubber

Australia: Usia 48 tahun, rupanya tak membuat legenda balap motor dunia yaitu Troy Bayliss untuk gantung helm. Meski menjalankan aktifitas sebagai pemilik tim balap, namun rupanya Ia tak tahan untuk terus berada di balik layar. Pembalap kawakan asal Australia itu pun ambil kesempatan untuk turun sebagai pembalap utama di timnya sendiri.

Kiprah Bayliss dalam menjalani ajang balap dunia seperti GP500, MotoGP hingga World Superbike, terbilang istimewa. Meski tak terlalu mengilap di ajang balap motor prototipe, namun di superbike, namanya sangat harum bersama Ducati. Ia mengamankan tiga titel juara dunia di kejuaran tersebut.

Beberapa tahun terakhir Ia hanya turun sebagai pembalap pengganti atau wild card di beberapa kesempatan. Hal ini Ia lakukan untuk menjaga passion-nya dalam dunia balap motor. Juga agar tahu keluhan-keluhan tentang sebuah motor yang dipilih oleh tim balapnya.

Tapi, setelah melakukan tes musim dingin bersama motor Ducati yang akan digunakan timnya di 2018, Ia malah merasa sangat nyaman dan kompetitif. Di situlah Ia mulai berpikir tentang kompetitifitasnya jika turun lagi sebagai pembalap full musim 2018.

"Sebenarnya saya sangat ingin mengisi tim ini dengan pembalap muda. Tapi setelah menjajal motor ini, saya merasa bahwa ternyata ambisi untuk balapan itu sangat saya butuhkan saat ini. Mencoba berkompetisi dalam perjalanan seri yang panjang dan siap meraih titel juara dunia lagi jadi ambisi yang tak terbayangkan rasanya," klaim Bayliss.

Ambisi besarnya didukung oleh fakta bahwa kendati Ia sering menjuarai ajang balap dunia, namun di ajang balap dalam negeri sendiri, Ia belum pernah meraih hasil bagus.

"Ini seperti menegaskan bahwa saya belum menyelesaikan satu proses dalam hidup ini. Ada bisnis yang tertunda. Saya menjalani semua kegiatan persiapan fisik dan rasanya sangat siap untuk meraih puzzle hidup yang belum rampung itu."

Dalam kiprahnya nanti, Bayliss bakal menggunakan Ducati 1299 Panigale R Final Edition. Manajer timnya yaitu Ben Henry pun merasa sudah siap memberikan yang terbaik. Mengingat sejak 2016 dan 2017, mereka mempelajari banyak hal di motor tersebut. Apakah pembalap tua ini masih bisa tampil kompetitif? kita lihat saja nanti hasilnya.


(UDA)