Motor Listrik

Piaggio Indonesia Janji Bawa Vespa Listrik

Ekawan Raharja    •    Kamis, 22 Feb 2018 12:35 WIB
motor listrikvespa
Piaggio Indonesia Janji Bawa Vespa Listrik
Elettrica merupakan skuter listrik konsep yang dimiliki oleh Vespa. Vespa

Jakarta: Elettrica merupakan skuter listrik konsep yang dimiliki Vespa. Meski terkesan masih cukup jauh untuk pasar nasional, namun Piaggio Indonesia berjanji membawa skuter ramah lingkungan tersebut ke pasar nasional.
 
Managing Director PT Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega berujar, Elettrica bakal segera di produksi secara massal. Mengingat sekarang ini semua berlomba menghadirkan produk ramah lingkungan, termasuk teknologi listrik dan hybrid.

"Dalam waktu dekat akan diproduksi massal. Saya yakin," ujar Marco Noto La Diega Selasa Malam (20/2/2018) di Kota Cassablanka Jakarta.

Jika sudah diproduksi massal, dia berjanji akan mengusahakan untuk membawa ke Indonesia. Hanya saja ada beberapa syarat yang dipenuhi dulu sebelum skutik canggih itu mengaspal di tanah air.

"Regulasi pemerintah masih kita tunggu. Ini penting," sambutnya.

Selain itu ada beberapa persiapan juga yang harus dilakukan sebelum kehadirannya. Mulai dari persiapan infrasruktur, kesiapan diler, kesiapan mekanik, hingga suku cadang sebelum menghadirkan Elettrica.

"Itu menjadi tanggung jawab saya ketika menghadirkan sebuah produk. Saya harus mempersiapkan layanan purna jualnya. Kalau tidak, bagaimana para penggunanya kalau ingin servis skuternya," bebernya.

Elettrica merupakan skuter listrik pertama dari Vespa. Skutik ramah lingkungan ini diperkenalkan untuk pertama kali di Esposizione Internazionale Ciclo Motociclo e Accessori (EIMCA) 2017.

Merek yang bernaung di bawah Piaggio Group ini juga mengklaim skutik canggihnya ini sanggup menempuh jarak hingga 100 kilometer baterai terisi penuh. Kemudian untuk pengecasan memerlukan waktu hanya empat jam dengan menggunakan alat cas permanen.

Piaggio Group juga mengklaim bahwa baterai yang digunakan mampu bertahan hingga 10 tahun. Bahkan setelah 1.000 kali pengecesan, kemampuan baterai baru turun menjadi 80 persen dari kapasitas awalnya.


(UDA)