Safety RIding

Kolaborasi Bosch-Pemerintah Jaga Keselamatan Berkendara

Ekawan Raharja    •    Kamis, 15 Mar 2018 09:42 WIB
safety ridingbosch
Kolaborasi Bosch-Pemerintah Jaga Keselamatan Berkendara
Penandatangan nota kesepahaman antara Bosch dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Bosch

Jakarta: Bosch dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman. Isinya berupa aktivitas penguatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya serta penyelenggaraan kegiatan edukasi bersama.

Jika dirinci lebih jauh, kerja sama ini lebih kepada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai teknologi keselamatan berkendara. Mengingat Bosch dan pemerintah memiliki tujuan yang sama untuk menurunkan angka kecelakaan di jalan raya Indonesia.

"Bagi Bosch setiap kematian yang terjadi akibat kecelakaan di jalan raya sangatlah disayangkan. Kami percata implementasi teknologi keamanan kendaraan modern seperti ABS dan ESP dapat membantu mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi di Indonesia," ucap Managing Director Bosch di Indonesia, Andrew Powell, melalui keterangan resminya.

Perusahaan teknologi asal Jerman ini dalam beberapa dekade terakhir terus melakukan pengembangan teknologi berkendara dengan visi mengurangi kecelakaan. Salah satu yang terus dikembangkan adalah anti-lock braking system (ABS) yang dapat mencegah roda mobil mengunci pada kondisi pengereman darurat. Inovasi ini memungkinkan pengendara untuk menjaga kontrol kemudi dan pada situasi tertentu dapat memperpendek jarak pengereman tanpa tergelincir.

Selain itu mereka juga mengembangkan Electronic Stability Program (ESP). Di Eropa hingga saat ini ESP telah menyelamatkan lebih dari 8.500 nyawa dan mencegah lebih dari seperempat juta kecelakaan lalu lintas.

“Mengusung visi berkendara bebas kecelakaan, solusi teknologi terdepan dari Bosch dapat membantu menciptakan perubahan dalam peningkatan keselamatan pengguna jalan raya di Indonesia,” tambah Andrew.

Kolaborasi antara Bosch dan pemerintah memang tidak terlepas dari tingginya angka kecelakaan. World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah kecelakaan di jalan raya Indonesia yang mengakibatkan kematian mencapai 26.000 jiwa, lebih dari 60 persen di antaranya melibatkan pengendara motor.

Pemerintah juga telah mengumumkan Rencana Umum Nasional Keselamatan dengan target pengurangan jumlah kecelakaan fatal hingga 50% di 2020 mendatang. Salah satu pilar aksi dalam rencana nasional tersebut adalah memastikan seluruh kendaraan di Indonesia dilengkapi teknologi yang dapat melindungi pengendara dan pengguna jalan lainnya dari kecelakaan.


(UDA)