Petualang Otomotif

Freddy Soemitro, Masih Sanggup Turing ke Timor Leste

Ekawan Raharja    •    Kamis, 03 Aug 2017 18:41 WIB
petualang otomotif
Freddy Soemitro, Masih Sanggup Turing ke Timor Leste
Freddy Soemitro pernah melakukan perjalanan dari Cikampek menuju Timor Leste dengan sepeda motor. Freddy

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi penggila otomotif, kegiatan turing merupakan salah satu kegiatan yang sangat dinanti. Seperti halnya Freddy Soemitro yang sangat cinta dengan dunia roda dua dan masih aktif untuk turing menjelajah ke berbagai daerah.

Meski umurnya yang sudah beranjak ke angka 60 tahun, dia masih tetap bersemangat untuk mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dengan sepeda motor yakni Royal Enfield Classic 500. Bahkan dia sudah mengunjungi berbagai negara seperti Malaysia, Himalaya, Australia, hingga berbagai negara di Eropa dengan sepeda motor.

Salah satu perjalanannya yang paling berkesan adalah turing di September 2016 silam dari Cikampek menuju Timor Leste. Dia kembali menggunakan Classic 500 sebagai kendaraan untuk menghantarkannya ke negara bekas bagian Indonesia tersebut.

Classic 500 merupakan sepeda motor bergaya turing klasik. Sepeda motor berharga Rp89,6 juta ini menggunakan mesin 499 cc bertanag 27,2 bhp dengan torsi 41,3 Nm yang disalurkan ke roda belakang dengan transmisi 5-percepatan.

"Perjalanan dengan total jarak 5,800 kilometer ini merupakan salah satu pengalaman riding yang tidak terlupakan bagi saya,” ucap Freddy Soemitro.

Pria yang aktif di berbagai komunitas otomotif ini memulai perjalannya pada 19 September 2016 menuju Timor Leste dengan tema turing Ride inti sunrise. Dia melewati berbagai daerah seperti Solo, Malang, Lombok, hingga Flores untuk bisa mencapai Timor Leste.

Selama perjalanan dia mengakui banyak menemui pemandangan bagus dan tidak bisa terlupakan. Seperti Kota Bajawa dengan panorama yang dikelilingi gunung berapi. Kemudian ada juga jalan nasional sepanjang 270 kilometer di Atambua dengan pemandangan perbukitan.

Selain pemandangan yang manarik, ada pula pengalaman yang menarik. Seperti perjuangan untuk melihat sunrise di Gunung Kelimutu yang penuh dengan tantangan.

"Kami lanjutkan perjalanan dari Bajawa menuju Maumere dengan ekspektasi melihat sunrise di Gunung Kelimutu. Namun di tengah perjalanan kami menemui cuaca berkabut dengan densitas cukup tebal disertai hujan. Ahirnya kami berhenti sejenak di wilayah Ende, karena terhalang oleh jalanan yang tertutup longsor untuk melanjutkan kembali perjalanan di malam hari. Udara dingin yang menusuk, flu menyerang, serta kabut serta hujan gerimis menghalangi kami untuk mempercepat laju menuju Maumere. Kondisi seperti ini membuat saya melakukan sedikit modifikasi terhadap motor Royal Enfield dengan meninggikan handle bar serta mengatur posisi duduk senyaman mungkin sebelum berangkat," beber Freddy.

Kemudian ada pula ada pula kejadian yang tidak menyenangkan ketika melewati daerah perbatasan di Oecusee. Di sini dia haris bersitegang dengan petugas setempat dan dicurigai sehingga tidak diperkenankan masuk.

"Kami berputar arah kembali menuju Atambua hingga akhirnya tiba di titik Pos Lintas Batas Negara Republik Indonesia dan Timor Leste. Kami disambut langsung oleh salah seorang kerabat kami di Timor Leste, Paolo Martin. Kami diberikan tempat menginap di hotel dengan lokasi yang bersebelahan dengan kediaman Xanana Gusmao, Presiden Pertama Timor Leste,” jelas Freddy.

Tentu saja perjalanan Freedy tidak akan sampai di situ saja. Pria yang berdomisili di Jakarta Selatan ini berencana untuk tuirng mengelilingi Indonesia dari sabang sampai Marauke.

Semoga berhasil, Bro Freedy!
(UDA)