Teknologi MotoGP

Ducati Diuntungkan Pembalap Cerdas dan Regulasi

Ahmad Garuda    •    Rabu, 30 Aug 2017 19:17 WIB
motogp
Ducati Diuntungkan Pembalap Cerdas dan Regulasi
Ducati bisa tampil kompetitif berkat pembalap cerdas dan regulasi. Ducati

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejak 2016 lalu, tim Ducati sudah mampu tampil kompetitif melalui dua orang pembalapnya yang terbilang cukup tangguh. Namun tahun ini, dominasi tim asal Italia itu mulai terlihat sangat besar, terlebih karena Andrea Dovizioso tampil sangat konsisten.

Banyak yang mengklaim bahwa perubahan yang dibawa oleh Gianluigi Dall'Igna-lah yang menjadi basis kekuatan tim merah itu. Sejumlah perubahan pakem desain di Ducati yang cukup signifikan, disinyalir jadi penyebab kompetitifnya motor yang tenar dengan tenaga supernya itu.

Tapi jika dilihat dari runutan perubahan dan adaptasi yang dilakukan tim, pembalap hingga sejumlah perubahan regulasi, bisa dibilang ini adalah hasil kerja bersama.

Hal pertama adalah perubahan regulasi terutama di sisi sistem elektronik yang diseragamkan. Mulai dari hardware hingga software yang menggunakan Magnetti Marelli. Apalagi Ducati memang sudah hafal dengan karakter sistem elektronik dari brand Italia itu.

Hal kedua adalah perubahan karakter ban yang awalnya dipasok oleh Bridgestone dan kini dipasok oleh MIchelin. Keduanya punya karakter yang berlawanan, yaitu Bridgestone melakukan penguatan karakter grip di bagian depan, sementara Michelin melakukan penguatan karakter grip di bagian belakang.

Hal ini membuat para pembalap melakukan adaptasi untuk membuat ban belakang jadi lebih awet. Sehingga di akhir balapan bisa tampil superior dengan performa maksimal. Ini sudah ditunjukkan oleh Andrea Dovizioso dalam beberapa race tahun ini. Ia selalu mampu memaksimalkan performa motornya di akhir balapan dan tampil dengan hasil terbaik.

Bagian ketiga adalah Ducati punya sosok pembalap cerdas seperti Dovi. Ia sadar bahwa untuk tampil agresif di awal balapan, risiko untuk mengalami blunder terlalu besar. Sehingga Ia harus tetap menunggu saat yang tepat untuk membuatnya tampil kompetitif.

Berbeda dengan karakter Jorge Lorenzo yang terlihat beberapa kali dalam menjalani balapan. Ia selalu mampu tampil kompetitif di awal balapan dan selalu kedodoran mulai di pertengahan balapan hingga menjelang garis finish. Lorenzo bahkan mengakui bahwa Ia harus mengubah gaya balap seperti ini jika ingin memaksimalkan performa motornya hingga akhir balapan.

Lalu apakah Ducati mampu menjadi juara dunia tahun ini bersama Andrea Dovizioso? sepertinya ini akan terjadi jika Ia berhasil konsistensi tampil kompetitif di setiap sirkuit.


(UDA)