Industri Otomotif

Bugatti Tak Tergiur Lezatnya Segmen SUV

Ekawan Raharja    •    Kamis, 31 Jan 2019 13:40 WIB
industri otomotifbugatti
Bugatti Tak Tergiur Lezatnya Segmen SUV
Bugatti enggan membuat SUV sekarang ini. Bugatti

Molsheim: Beberapa mereka premium dan supercar sudah mulai melirik segmen sport utility vehicle. Berbeda pandangann ditunjukan oleh Bugatti kalau mereka tidak ingin ikut-ikutan bermain segmen tersebut.

Pabrikan asal Prancis itu diketahui masih tertarik untuk menghadirkan mobil-mobil eksotis. CEO Bugatti, Stephan Winkelmann, juga menyebutkan kalau mereka ingin fokus dan konsistem memproduksi supercar.

"Tidak akan ada mobil SUV dari Bugatti. Kami hanya fokus ideologi dan sejarah," ujar singkat Winkelmann dikutip dari Dikutip dari Carscoops.

Hal ini diumumkan oleh Winkelmann karena hingga saat ini Bugatti masih merahasiakan model selanjutnya yang akan menjadi bagian perayaan ulang tahun mereka.

Sempat terdengar rumor mobil ini tidak akan memiliki kecepatan puncak yang tinggi. Dan Winklemann pun menilai bahwa ada aspek lain yang ingin ditonjolkan.

"Kecepatan puncak bukan prioritas utama Bugatti. Mobil-mobil kamu bisa berakseleras begitu bertenaga dan melesat cepat, sangat cepat," ucap si bos.

Sebagai contoh saja model terakhir yang dihadirkan, Divo, mengusung mesin quad-turbocharged 8.0-liter W16 yang menghasilkan tenaga 1.479 daya kuda. Meski Wingkelmann mengakui kecepatan puncak bukanlah prioritas utama mereka, tetap saja mobil ini bisa mencapai 380 kilometer per jam.

Bugatti tampaknya mememiliki cara pandang sendiri melihat segmen SUV yang terus berkembang. Padahal beberapa pemain lain sudah masuk ke segmen mobil gambot ini seperti Rolls-Royce Cullinan, Bentley Bentayga, Lamborghini Urus dan segera Aston Martin DBX.

Lamborghini Urus bahkan sudah masuk ke Indonesia di akhir 2018 lalu. Di sini, SUV banteng ngamuk tersebut dibanderol dengan harga dasar tak kurang dari Rp8,5 miliar, belum termasuk personalisasi.


(UDA)