Strategi Produsen Pelumas di Persaingan Pasar Nasional

Ainto Harry Budiawan    •    Rabu, 09 Nov 2016 19:45 WIB
pelumas
Strategi Produsen Pelumas di Persaingan Pasar Nasional
Industri pelumas di Indonesia semakin tumbuh seiring peningkatan jumlah kendaraan bermotor.

Metrotvnews.com, Jakarta: Industri pelumas di Indonesia semakin tumbuh seiring peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Toh, 'pemain' pelumas bukan hanya brand lokal. Ada pula pemain asing yang melihat potensi pasar Indonesia.

Adu strategi marketing sudah pasti terjadi untuk memenangkan hati konsumen. Targetnya tentu untuk mencapai penjualan yang semakin tinggi.

Menyajikan produk baru yang sesuai spesifikasi mesin terbaru sudah jadi kewajiban. Menariknya, kini banyak produsen pelumas yang menyasar konsumen yang menggunakan motor lawas, seperti pelumas mesin dengan spesifikasi 20W-50.

"Pengguna motor lawas juga masih banyak. Sejak awal, kami sudah mempertahankan produk ini karena ada potensi pasar. Brand lain ada yang meracik pelumas baru untuk motor lawas," ujar Marketing Manager PT Bahana Nusa Lubrindo, distributor Eni Oil, Boy FB Siregar, di Sunter, Jakarta Utara, Rabu (9/11/2016).

"Pengguna tersebut kebanyakan berada di daerah.  Termasuk oli untuk motor 2 tak yang mash banyak dipakai. Walaupun motor bermesin 2 tak sudah tidak diproduksi lagi," sambungnya.

Selain dari sisi produk, program undian berhadiah jadi cara lain untuk memenangkan hati konsumen. Cara itu juga dilakukan Eni Oil. Mereka berani mengajak konsumen terbang ke Italia. "Ini sudah periode kedua, dua orang pemenang kita undi hari ini," ujar Boy.



Beragam cara itu membuahkan hasil positif untuk Eni Oil. Buktinya, penjualan brand asal Italia tersebut naik hingga 50 persen. "Peserta undian juga naik tajam, dari 900-an pada periode pertama menjadi 3.000-an orang pada periode kedua," ungkapnya.

Strategi lain adalah dengan memudahkan konsumen membeli pelumas lewat aplikasi khusus. Eni Oli menyediakan aplikasi bernama Go Oil. Untuk sementara layanan ini tersedia untuk konsumen di wilayah Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Rencananya aplikasi serupa juga akan diterapkan di Bandung dan Surabaya.


(HIL)