Regulasi Lalu Lintas

Sensor e-Tilang Bakal Diperluas di Jakarta

Ahmad Garuda    •    Kamis, 24 Jan 2019 12:59 WIB
lalu lintasregulasi otomotif
Sensor e-Tilang Bakal Diperluas di Jakarta
Uji coba pelaksanaan e-tilang nanti akan diperluas untuk masyarakat menjaga perilaku aman berkendara. MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Uji coba pemberlakuan e-tilang di berbagai wilayah di Indonesia, terutama kota-kota besar seperti Jakarta, mulai membuat masyarakat lebih taat rambu lalu lintas. Terutama di jalur protokol, di mana penempatan kamera pengintai (CCTV) dan sensor sudah ditempatkan.

Namun khusus untuk sensor di lampu merah, memang masih sangat terbatas. Mengingat sensor ini juga hanya bisa bekerja dengan baik ketika marka jalan benar-benar utuh dan tidak terhapus sebagian untuk menghindari dalih atau alasan lain dari pelanggar aturan lalu lintas.

Berbicara tentang wilayah penerapan e-tilang, Kepala Satuan Lalu Lintas Jakarta Barat, AKBP H Ganet Sukoco pada Kamis (24/1/2019) mengatakan bahwa nantinya sensor-sensor e-tilang ini akan diperluas. Bahkan Ia menegaskan, ini juga akan membantu agar masyarakat lebih tertib dalam berlalu lintas.

"Nantinya akan ada perluasan wilayah yang terpasang sensor e-tilang dan kamera CCTV. Mengingat penerapan e-tilang itu memang sudah seharusnya dilakukan di era serba digital seperti sekarang ini. Pengaplikasiannya nanti akan menyebar perlahan ke selatan, barat dan segera juga di kota-kota satelit dekat Jakarta," klaim AKBP H Ganet Sukoco.

Salah satu contoh pengaplikasian sensor e-tilang yang sudah diberlakukan adalah di Kota Surabaya. Secara otomatis ini mengubah perilaku berlalu lintas pengguna jalan raya.

Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan bahwa kesadaran masyarakat kita akan pentingnya berkendara aman, masih sangat kurang. Dengan adanya penerapan e-tilang ini, membuat harapannya akan perbaikan perilaku berkendara segera terlihat hasilnya.

"Sekarang orang-orang lebih takut dengan CCTV dan sensor-sensor e-tilang itu. Bukan karena kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain saat berkendara. Meski demikian, minimal ini bisa membuat mereka yang biasa melanggar aturan berlalu lintas itu, sadar secara perlahan bahwa kebiasaan melanggar aturan lalu lintas itu, bisa berakibat buruk bagi diri sendiri dan orang lain," pungkas Jusri.


(UDA)