Teknologi Otomotif

Yamaha Pamer Motobot Pesaing Valentino Rossi

M. Bagus Rachmanto    •    Selasa, 18 Dec 2018 11:27 WIB
teknologi otomotif
Yamaha Pamer Motobot Pesaing Valentino Rossi
Yamaha Motobot 2.0. Rideapart

Amerika Serikat: Yamaha memperkenalkan robot versi terbaru mereka, yakni Motobot 2.0, yang kemampuannya disebut akan menyamai pembalap mereka di MotoGP, yaitu Valentino Rossi.

Pada 2014, ketika Yamaha Motor Ventures and Laboratory, Silicon Valley bergabung dengan SRA International, mereka memiliki satu misi, yakni menciptakan pembalap robot otonom MotoGP yang kemampuannya seperti Valentino "The Doctor" Rossi. 

“Kalau tidak seperti The Doctor proyek itu tidak ada artinya,” ujar Project Manager, Hiroshi Saijo seperti dikutip Riedapart.

Tahapan demi tahapan mereka lalui, diperkenalkan pada tahun 2017, Motobot 2.0 diklaim terlihat jauh lebih mungkin untuk mengatasi tantangan. Dua tahun perkembangannya pengendara robot ini dan sepedanya telah belajar lebih banyak tentang diri mereka sendiri. 

Menurut Yamaha, pada Tahap 1, fokusnya adalah mendorong robot untuk berkendara solo dan mengelola slalom kecepatan rendah. Dimulai dengan penggunaan bahan serat karbon untuk mencapai total sistem berat hanya 99 lb (robot juga tidak termasuk), semua yang ada di Motobot dirancang untuk melebihi kemampuan pembalap kelas dunia. Langkah selanjutnya adalah melewati 125 mph (225 km per jam ) tanpa menabrak. 

Berikutnya Motobot bisa mempertahankan jalur lintasan tanpa kehilangan stabilitas, komputer diajarkan untuk mengelola semua pengetahuan dan refleks pengendara sebenarnya baik di lintasan lurus maupun di tikungan. Pencapaian ini adalah bagian dari tahap akhir, tetapi sampai saat ini pembalap manusia unggul.

Hal itu terlihat dari kemampuan manusia yang bisa berbelok miring dan sebagai penyeimbang berat di sebuah tikungan. Rossi menyeret lututnya saat melintasi tikungan, sementara Moto-man tetap berdiri tegak.

Bahkan kontrol kecepatan-logika yang menggabungkan informasi tentang persneling, pengereman, percepatan, dan umpan balik dari mesin tidak dapat bersaing dengan  pembalap seperti Rossi, yang dapat menghitung dan kemudian mengendalikan mesin dengan kecepatan tinggi dalam balapan. Lihat video di sini.


(UDA)