Balap Motor

Ducati Makin Bersahabat dengan Soft Riding Style

Ahmad Garuda    •    Kamis, 15 Jun 2017 17:20 WIB
motogp
Ducati Makin Bersahabat dengan <i>Soft Riding Style</i>
Andrea Dovizioso kini bisa mengeksplorasi gaya balap terbaiknya di Ducati. Ducati

Metrotvnews.com, Jakarta: Dari tahun ke tahun, sejak era Casey Stoner meraih titel juara dunia bersama tim Ducati 2007 silam, masalah motor yang difabrikasi di Bologna, Italia itu tidak pernah mengalami perubahan yang sangat besar. Tenaga mesin yang super besar, dimensi mesin yang aneh membuat karakternya susah berbelok.

Tapi itu dulu, sejak masuknya kepala teknis baru Ducati yang mereka catut dari Aprilia (Gianluigi Dall'Igna), Ia bekerja keras membuat paket Ducati benar-benar bersahabat dengan gaya balap soft style. Artinya, motor itu tak harus lagi dikendarai dengan gaya agresif ala Casey Stoner hingga menguras tenaga pembalap.

Kini pembalp dengan gaya balap dinamis pun bisa menaklukkannya. Mengingat gaya inilah yang kebanyakan digunakan oleh pembalap-pembalap Italia, termasuk Valentino Rossi, Lorenzo, bahkan Andrea Dovizioso.

Alhasil sejak tahun lalu, Ducati akhirnya mampu meraih kemenangan terbaiknya. Meski dicap hanya bisa menang di tipe trek yang didominasi trek lurus dan karakter stop & go circuit, namun tahun ini sudah mulai terlihat bersahabat. Pembalap yang menggunakan helm Suomy itu sudah membuktikannya melalui dua kemenangan langsung yang Ia raih dalam dua pekan beruntun, yaitu di MotoGP Italia dan MotoGP Catalunya.

Tentunya ini jadi kemenangan yang ditunggu-tunggu, apalagi dua sirkuit tersebut memiliki karakter yang tidak terlalu bersahabat bagi Ducati. Terlebih di MotoGP Catalunya yang memiliki karakter yang cukup kompleks. Malah, Yamaha yang tahun lalu tampil superior di sana, tak mampu menyaingi performa Ducati bahkan Honda.

"Kami sedang dalam kondisi yang bagus sejak lap pertama. Saya menyalip beberapa pembalap dan berada di belakang Dani Pedrosa, jadi saya memutuskan untuk bertahan di sana. Dani membalap dengan sangat baik dan sangat menjaga ban, seperti saya. Tapi saya mampu menjaga ban depan lebih baik, karena akselerasi Ducati lebih baik ini jadi kelebihan kami," ungkap Dovi.

"Sepuluh lap terakhir saya coba untuk menekan lebih keras, tapi ketika itu saya menyadari ban belakang sudah habis gripnya. Beruntung kondisi kami sama. Apa yang saya lakukan sebelumnya sudah cukup untuk membuka gap. Ini adalah perasaan yang aneh, karena saya menang tanpa tampil 100 persen. Ini belum pernah terjadi."

Jika Ducati bisa terus memberikan paket yang sempurna seperti ini, bukan tak mungkin tahun ini menjadi tahun Andrea Dovizioso meraih titel juara dunia yang pertama bersama Ducati.


(UDA)