Balap Motor

Pengalaman Seru Ikut Full Seri YSR 2017

Ainto Harry Budiawan    •    Selasa, 07 Nov 2017 08:12 WIB
balap motoryamaha
Pengalaman Seru Ikut Full Seri YSR 2017
Ikuti full seri YSR 2017 berasa jadi pembalap sungguhan. Facebook/Ahi Herman-Dok. YROI Dewata-Dok.MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Yamaha Sunday Race (YSR) sukses tiga tahun berturut-turut jadi arena pemuas dahaga adu kebut pengguna motor sport di Sirkuit Sentul, Bogor. Salah satu pentolan Metrotvnews.com tahun ini berkesempatan tampil full seri bersama tim Yamaha R25 Owners Indonesia (YROI) Dewata.

Bergabung dengan tim asal Bali menggunakan motor Yamaha YZF-R25 dengan nomor start 225. Orang-orang dan rekan satu tim yang baru bertemu pun tak membuat jarak, mereka menyambut baik layaknya kawan yang lama tak berjumpa.

Bertarung di kelas R25 Community B (Com.B), ini karena spesifikasi di kelas ini standar. Kelas ini pula yang jadi favorit YSR sejak pertama kali diadakan tahun 2015 silam, sehingga dibagi menjadi beberapa grup khusus untuk kelas ini saja.

Spesifikasi Motor
Tarung di kelas ini, regulasi sudah banyak berubah. Kami juga pernah ikut seri penutup YSR 2015 dan motor wajib spesifikasi standar. Tapi kini jauh beda, suspensi boleh ganti aftermarket karena alasan safety.

Lalu bagaimana dengan kuda pacu? Bisa dibilang banyak akal-akalannya, suspensi depan hanya tambah oli agar lebih kaku, kalau sudah mulai empuk, kami isi oli lagi atau dikuras ganti baru.

Begitu pula suspensi belakang, standar namun dibawa menuju bengkel spesialis sokbreker di bilangan Raya Bogor bernama Semarang Shock. Tinggal bilang mau buat 'main', maka sang teknisi akan membongkar suspensi dan membuatnya serasa suspensi balap dengan rebound lambat.

Cara ini lebih murah, hanya Rp300-Rp400 ribuan saja, ketimbang beli sokbreker aftermarket yang harganya tembus jutaan rupiah. Kalau rusak pun suspensi bisa diperbaiki dan digunakan kembali, artinya lebih hemat.

Belum lagi soal ban, IRC Fasti 1 terbilang cukup irit karena harganya paling terjangkau. Meski begitu, ban ini bisa diakali untuk pemakaian sampai tiga seri. Pada seri terakhir arah rotasi ban kami balik, karena baru satu sisi yang tergerus, lagi pula ini ban slick, jadi sama saja..

Untuk urusan mesin, tentunya mengikuti regulasi YSR 2017. Komponen mesin tak ada yang diubah, kecuali ganti kampas kopling dan oli mesin Xten dan knalpot pakai WRX. Tentunya masih sesuai dengan standar regulasi YSR 2017. Komponen mesin tak ada yang diubah, kecuali ganti kampas kopling.

Motor injeksi erat kaitan dengan piranti elektronik. Lupakan piggyback aftermarket dan sejenisnya. Di motor tim ini hanya mengandalkan ECU standar yang diatur setting CO-nya saja melalui tangan dingin Heri Prasetyawan dari bengkel Jaw's Speed.

Pertarungan Sengit Rider Hobi
Meski rata-rata peserta adalah komunitas, namun persaingan tak kalah ketat. Dulu tahun 2015 dengan best time 2 menit saja bisa start di posisi delapan saat babak kualifikasi. Saat ini setidaknya harus bisa 1 menit 58 detik untuk start 10 besar.

"Regulasi harus diubah, karena catatan waktu teman-teman komunitas ini semakin tajam terus," kata M. Abidin, GM After Sales & Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing saat membuka YSR 2017 seri tiga September lalu.

Lalu bagaimana dengan catatan waktu tim yang kami tumpangi? Best time saat kualifikasi seri tiga menempati posisi enam dengan 1 menit 58,556 detik. Sayangnya saat race finish ke sembilan dengan best time 1 menit 57,953 detik. Motor kami kalah kencang di trek lurus.

Jalannya balap pun tak kalah seru, adu late braking kerap terjadi meski akhirnya ada yang crash atau tergiring keluar jalur menghindari tabrakan dengan rider lain. Kerap senggolan ketika keluar tikungan pun sering.

Belum lagi nasib apes seperti mesin jebol saat balap berlangsung, overheat, rem blong hingga rantai putus, seperti yang kami alami akhir pekan kemarin. Ya seri empat YSR 2017 bukan hari yang baik, rantai motor kami putus saat warming up lap jelang balap.

Meski hanya komunitas hobi balap yang ikut, gengsi dengan membawa nama klub jadi taruhannya. Belum lagi hadiah juara per seri yang disiapkan penyelenggara dan hadiah juara umum satu unit motor sangat menggiurkan. Tak heran pesertanya pun ngotot untuk jadi yang tercepat.

Kabarnya tahun depan YSR akan tetap bergulir, kehadiran All New R15 berpeluang membuka kelas baru. Belum lagi perubahan regulasi yang akan digodok ulang seperti yang disampaikan oleh Abidin. Semoga kami bisa kembali ikuti ajang balap tersebut, dan semakin minim mereka yang ugal-ugalan di jalanan.


(UDA)