May Day, Buruh Tuntut Trilayak Pekerja

Yahya Farid Nasution    •    Jumat, 01 May 2015 13:46 WIB
may day
<i>May Day</i>, Buruh Tuntut Trilayak Pekerja
Peringatan May Day di Jakarta. AFP/Bay Ismoyo

Metrotvnews.com, Jakarta: May Day atau hari buruh internasional menjadi momentum bagi pekerja buruh se-Indonesia untuk memperjuangkan Trilayak, yakni kerja layak, upah layak dan hidup layak.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP Rieke Dyah Pitaloka mengatakan, pihaknya meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk merealisasikan janji kampanye memperjuangkan kehidupan buruh.

"Desember ini kita akan masuk masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Ini tidak mudah bagi buruh. Kuncinya ada di pemerintahan, melindungi dan memperjuangkan hak buruh," kata Rieke dalam orasinya di depan sekitar 200 buruh yang tergabung dalam FSBI (Federasi Serikat Buruh Indonesia), Kawasan Berikat Nasional, Cakung, Jakarta Utara, Jumat (1/5/2015).

Rieke menambahkan, pelanggaran hak-hak buruh masih terjadi secara masif, seperti sistem kerja kontrak dan outsourcing, union busting, PHK sewenang-wenang, pelanggaran BPJS, upah murah dan sistem Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) yang tidak adil.

"Ganti sistem baru yang berkeadilan sosial dan melindungi buruh," cetus dia.

Rieke mengajak buruh Indonesia untuk menolak harga bahan bakar minyak (BBM) diserahkan kepada mekanisme pasar karena bertolak belakang dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

"Kenaikan BBM mengakibatkan efek domino kenaikan harga bahan pokok. Tapi upah tidak naik. Biaya hidup jadi tinggi. Ini tidak mudah bagi buruh Indonesia," tukas dia.


(WID)