Tak Ada Lagi Tradisi Klenik di UN 2015

Mufti Sholih    •    Selasa, 05 May 2015 15:08 WIB
ujian nasionalun berbasis komputer
Tak Ada Lagi Tradisi Klenik di UN 2015
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan berbincang dengan siswa ketika mengecek kesiapan sekolah dalam pelaksanaan ujicoba Ujian Nasional (UN) berbasis komputer di SMAN 1 Depok, Jawa Barat, Kamis (2/4). Foto MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengklaim tak ada lagi tradisi klenik menjelang ujian nasional (UN) 2015.

"Satu hal yang ingin saya sampaikan, sekarang jelang UN banyak enggak di media yang ke klenik-klenik lagi? Enggak ada lagi. Banyak enggak yang melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan ujian? Tidak lagi," kata Anies seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).

Menurut Anies, UN 2015 sudah menciptakan suasana belajar yang kondusif. Setiap sekolah mempersiapkan ujian dengan cara yang tepat.

"Suasananya sudah suasana belajar. Kalau mau ujiannya ya siap-siap. Caranya dengan belajar," sebut dia.

Anies menyitir pola kebiasaan sekolah yang sering kali melakukan kegiatan yang tak berhubungan dengan UN. Sekolah tak mengajak anak didik belajar.

Kakak sepupu Novel Baswedan itu pun menerangkan, target UN 2015 tak hanya menghasilkan siswa yang punya nilai tinggi, tapi juga menghasilkan siswa yang punya integritas kejujuran.

"Targetnya adalah nilai setinggi-tingginya dan angka kejujuran 100 persen," imbuh dia.

Meski begitu, Anies tak menampik jika pelaksanaan UN 2015 belum sempurna. Dia menyebut, Kemendikbud terus berupaya untuk menciptakan UN yang berbasis integritas.

"Belum sempurna, kita ini beroperasi di Indonesia yang indeks korupsinya tinggi dibandingkan negara lain. Jadi, termasuk ketika UN, apakah ada kebocoran? Pasti. Di sana-sini ada laporan. Karena itu saya minta kalau ada indikasi laporkan. Ke siapa? Ombudsman boleh, Kemendikbud boleh. Kita langsung follow up," tegas dia.
 


(UWA)