Prajurit Israel: Kami Disuruh Asal Tembak Meski Tak Ada Hamas

Fajar Nugraha    •    Selasa, 05 May 2015 16:39 WIB
israel
Prajurit Israel: Kami Disuruh Asal Tembak Meski Tak Ada Hamas
Prajurit Israel dituduh asal tembak saat perang 2014 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Tel Aviv: Laporan mengenai perang Israel di Gaza pada 2014 dikeluarkan. Dalam sebuah pengakuan, seorang prajurit mengaku disuruh melepaskan tembakan meski tanpa pejuang Hamas.
 
Laporan setelah 237 halaman itu dikeluarkan oleh kelompok advokasi Breaking the Silence. Melalui laporan ini timbul pertanyaan mengenai legitimasi taktik yang dikeluarkan oleh Israel Defense Forces (IDF), ketika menyerang Gaza Juli 2014 lalu.
 
Saat itu, Israel berdalih serang yang mereka lakukan ditujukan untuk melawan Hamas. Serangan juga dimaksudkan demi menghentikan lontaran roket dari Hamas yang diarahkan ke wilayah Negara Yahudi tersebut.
 
"Kami diperintahkan untuk melepaskan tembakan tanpa arah sepanjang hari. Hamas pun tidak terlihat sama sekali," ujar seorang prajurit yang bertugas di tank Israel, dalam laporan tersebut, seperti dikutip IBtimes, Selasa, (5/5/2015).
 
Sekitar 2.256 warga Palestina tewas dalam pertempuran yang berlangsung antara Juli-Agustus 2014 tersebut. Sekita 1.563 yang tewas adalah warga sipil dan dari sisi Israel yang tewas 66 orang prajurit serta lima orang warga sipil.
 
Jumlah korban yang timpang memicu kritikan dunia internasional. Palestina pun mengancam akan membawa Israel ke pengadilan kriminal internasional dan menuduh Israel melakukan kejahatan perang.
 
Laporan yang baru dikeluarkan Senin (4/5/2015)tersebut menunjukkan bahwa militer Israel berupaya meminimalisir jumlah korban dari prajurit mereka. Tetapi mereka melakukannya meski harus menyebabkan korban dari warga sipil membludak.
 
Seorang prajurit berpangkat sersan mengatakan, ketika Israel telah menganggap warg sipil lari ke wilayah operasi, mereka mengartikan bahwa tidak ada aturan yang tidak bisa dilanggar.
 
"Perintahnya adalah, jika kami (pasukan Israel) melihat sesuatu, tembak saja. Jika kami menembak seseorang di Gaza, itu berarti hebat, bukan masalah penting," keterangan sersan Israel itu.



(FJR)