Meski Ekonomi Lesu, Kinerja Ekspor Pakaian dan Sepatu Tetap Cerah

Husen Miftahudin    •    Rabu, 06 May 2015 14:53 WIB
ekspor
Meski Ekonomi Lesu, Kinerja Ekspor Pakaian dan Sepatu Tetap Cerah
Kiri ke kanan: Ketum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Harijanto. Dok/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, perekonomian Indonesia melempem akibat daya beli masyarakat yang menurun. Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I/2015 hanya mampu bergerak di angka 4,71 persen atau lebih rendah 0,31 persen dibanding triwulan IV/2014 yang mencapai 5,02 persen atau jeblok sebesar 0,5 persen dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,21 persen.

Namun, kondisi pelemahan ekonomi RI tersebut tak berpengaruh terhadap ekspor produk-produk tekstil dan alas kaki. Terbukti, ekspor alas kaki selama Januari-Februari 2015 naik 14 persen menjadi USD726 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar USD636,8 juta.

"Saya rasa, untuk ekspor tidak (pengaruh terhadap pelemahan ekonomi)," kata Ketua Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Harijanto ditemui usai Dialog Investasi Efektifitas Kebijakan Insentif dalam Mendorong Pertumbuhan Investasi di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015).

Menurut dia, tingginya ekspor alas kaki, utamanya sepatu, ditopang oleh perbaikan ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Eropa. "Karena AS dan Eropa cenderung baik, memang ada satu dua negara Eropa yang menurun tapi sekarang itu momentum bagus," ungkap dia.

Harijanto menuturkan, alas kaki dan pakaian merupakan salah satu produk kebutuhan primer yang pasti akan dibutuhkan oleh manusia. Walaupun terjadi krisis, produk alas kaki dan pakaian akan tetap dibutuhkan oleh manusia karena merupakan kebutuhan utama.

"Dua sektor ini (sepatu dan pakaian), orang akan tetap beli. Fakta menunjukkan, saat resesi di AS, orang tetap beli baju dan sepatu," pungkas Harijanto.

 


(WID)