Polda Jatim Selidiki Keterlibatan WNI Pembawa Peluru dengan ISIS

Amaluddin    •    Rabu, 06 May 2015 17:31 WIB
wni
Polda Jatim Selidiki Keterlibatan WNI Pembawa Peluru dengan ISIS
Ilustrasi: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Surabaya: Tiga warga negara Indonesia ditangkap polisi Brunei Darussalam saat menuju Arab Saudi. Kamis, 30 April. Ketiganya diduga warga Malang, Jawa Timur. Namun, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Anas Yusuf, belum bisa memastikan tiga WNI itu dengan ISIS.

Pihaknya masih menyelidiki pendalaman lebih lanjut tentang hal tersebut.

"Masih dilakukan pendalaman, jadi kami tidak bisa berandai-andai, karena kami masih melakukan pendalaman," ujar dia, kepada wartawan di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (6/5/2015).

Anas mengatakan Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) tengah berangkat ke Brunei untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Jadi kami belum tahu profil Rustawi, apakah terlibat jaringan teroris atau ISIS saya tidak bisa berandai-andai, karena kami sedang melakukan pendalaman," kata Anas.

Sebelumnya, tiga WNI yaitu Pantes Sastro Prajitno, Rustawi Tomo Kabul dan Bibit Hariyanto Dai ditangkap oleh pihak imigrasi bandara. Tapi setelah diperiksa mendalam oleh Jabatan Keselamatan Dalam Negeri serta resimen pasukan khusus, hanya Rustawi yang ditahan.

Mereka ditangkap setelah polisi menemukan benda-benda mencurigakan di tas salah satu dari mereka. Tas itu, salah satunya, berisi peluru.
 


(BOB)