Depresi Ingin Berkeluarga, Pria Ini 'Adopsi' Boneka sebagai Anak

Dimas Prasetyaning    •    Kamis, 07 May 2015 10:05 WIB
keluarga
Depresi Ingin Berkeluarga, Pria Ini 'Adopsi' Boneka sebagai Anak
Song Bo dan Xiao Die, boneka yang dianggap sebagai anak (Foto:Rocketnews24)

Metrotvnews.com, Beijing: Memiliki kehidupan yang layak merupakan dambaan bagi setiap orang, namun tidak demikian dengan Song Bo.

Lelaki asal Tiongkok ini harus merasakan pengalaman hidup pahit. Dia didagnosis menderita penyakit serius yang membuatnya mengalami sakit kepala berkepanjangan dan depresi.

Pria yang biasa dipanggil Song ini yakin bahwa dirinya tidak akan pernah menikah dan memiliki anak. Padahal yang dia inginkan hanyalah menjalani kehidupan normal. Memiliki seorang istri, anak, dan tentunya keluarga besar.

Di tengah keputusasaan itu, dia mencari sosok yang menjadi pelipur lara hatinya. Seperti dilansir laman RocketNews24, berbekal gadget canggih Song berselancar di dunia maya mencari jalan keluar atas masalah hidupnya.

Dia menemukan sebuah situs belanja online Taobao yang memberinya harapan baru. Song memutuskan membeli sebuah boneka perempuan yang ukurannya menyerupai ukuran anak kecil pada umumnya, setinggi 145 cm.

Song menjadikannya 'anak.' Sejak saat itu, kehidupan Song berubah dan dia tak bisa dipisahkan dari boneka tersebut.

Mereka selalu menghabiskan waktu bersama-sama, bahkan boneka perempuan itu dibawa Song berjalan-jalan ke kafe, stasiun kereta, dan taman bermain. Layaknya anak dengan bapak, Song memberi nama untuk bonekanya, Xiao Die, yang bermakna kupu-kupu kecil.

Namun, kehadiran Xiao Die tak seketika menghentikan penderitaan Song. Lantaran kerap mengajak Die berjalan-jalan dengan menggendongnya, Song dianggap sinting.

Song berusaha menutup telinga. Dia tidak peduli cemooh orang. Toh, yang terpenting baginya kini mempunyai 'anak perempuan' yang telah lama didamba.

Baru-baru ini, netizen yang mengetahui kisahnya menaruh empati terhadap penderitaan Song. Kebanyakan dari mereka terharu dengan besarnya rasa kasih sayang Song sampai menggendong Die ke mana-mana untuk menunjukkan kebahagiaan mempunyai seorang 'anak.'


(ROS)