Tak Bisa Tunjukkan Paspor, Warga Australia Ini Diciduk

Heri Susetyo    •    Kamis, 07 May 2015 11:28 WIB
wna
Tak Bisa Tunjukkan Paspor, Warga Australia Ini Diciduk
Ilustrasi: MI/Heri Susetyo

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Seorang warga negara Australia diciduk petugas saat berada di salah satu kamar sebuah apartemen di Kota Surabaya. Dia diciduk karena tidak bisa menunjukkan paspor saat petugas Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya merazia sebuah apartemen.

Warga Australia bernama Geoffrey Jhon ini terjaring razia petugas di kamar 1902 lantai 19 sebuah apartemen di Surabaya. Geoffrey sedang bersama teman perempuan yang menjadi pasangan kumpul kebonya selama menyewa apartemen itu.

Geoffrey tercatat sudah menetap di apartemen tersebut sejak September 2014 dengan tarif sewa Rp20 juta per tahun. Namun, saat dimintai dokumen kependudukan, pria yang mengaku sebagai ahli mesin kapal ini tak bisa menunjukkan kepada petugas.

Dia berdalih paspornya ketinggalan di Padang Sumatra Barat dan dibawa rekan kerjanya di sana. Akhirnya, dia dibawa petugas untuk menjalani pemeriksaan di kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.

Selain warga Australia tersebut, petugas imigrasi juga menciduk empat warga Tiongkok. Dua orang di antaranya merupakan sepasang suami istri. Mereka terjaring razia di Perumahan Pradah Indah Surabaya.

Keduanya menyalahgunakan izin tinggal karena visa mereka hanya kunjungan di Indonesia.

Pasangan suami istri ini sebenarnya hanya boleh tinggal sementara di Indonesia. Kenyataannya, mereka bertahun-tahun di Indonesia untuk bekerja. Bahkan mereka bisa membuka sebuah usaha pabrik tas dan memiliki sejumlah karyawan. Usaha tas itu sudah ditekuni beberapa tahun.

"Ini sudah menyalahi ketentuan undang-undang karena mereka izinnya hanya kunjungan namun digunakan untuk bekerja," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya, Rommy Yudianto,
Kamis (7/5/2015).

Sementara dua orang warga Tiongkok lainnya ditangkap petugas imigrasi di Perumahan Darmo Indah Surabaya. Kedua orang berinisial CH dan CC itu juga menyalahgunakan izin tinggal karena digunakan untuk bekerja di
Indonesia. Mereka bekerja sebagai quality control pada industri rumah tangga sarang burung walet. Keduanya juga tidak bisa menunjukkan dokumen kewarganegaraan dengan alasan dokumennya dibawa majikan.

Beberapa bulan terakhir ini, pihak imigrasi gencar melakukan razia orang asing. Tidak hanya di perumahan, namun juga di sejumlah pabrik. Sebab banyak orang asing yang menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia untuk
bekerja. Sejumlah orang asing bahkan sudah dideportasi ke negara asalnya dan yang terbanyak adalah warga negara Tiongkok.


(BOB)