Akses Konsuler untuk WNI Ditahan di Brunei Berhasil Diperoleh

Fajar Nugraha    •    Jumat, 08 May 2015 09:14 WIB
wni
Akses Konsuler untuk WNI Ditahan di Brunei Berhasil Diperoleh
Menlu Retno Marsudi bantu WNI raih bantuan konsuler di Brunei (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga negara Indonesia (WNI)  Rustawi Tomo Kabul yang ditahan di Brunei Darussalam, akhirnya mendapat akses bantuan kekonsuleran. Akses itu diperoleh usai pembicaraan Menlu Retno Marsudi dengan pihak Brunei.
 
Menlu Retno melakukan pembicaraan pertelepon dengan Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Darussalaam, Pehin Dato Lim Jock Seng pada Jumat 7 Mei 2015.  Dalam pembicaraan tersebut, Menlu menyampaikan harapannya agar dibukakan akses kekonsuleran seluas-luasnya bagi KBRI Bandar Seri Begawan (BSB) untuk memberikan perlindungan kepada WNI di Brunei. 
 
Upaya ini dilakukan Menlu Retno karena belum juga diberikannya akses kekonsuleran kepada KBRI Bandar Seri Begawan hingga hari kelima setelah penahanan Rustawi Tomo Kabul. Pria berusia 63 tahun asal Malang itu ditahan otoritas Brunei pada 2 Mei 2015 karena membawa sejumlah peluru dan benda berbahaya lainnya.
 
"Upaya ini memecah kebuntuan selama lima hari terakhir. Tim perlindungan WNI KBRI BSB segera mendapatkan akses kekonsuleran meskipun kasus tersebut termasuk kategori keamanan tingkat tinggi di Brunei," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (8/5/2015). 
 
"Bahkan KBRI dan keluarga Rustawi diberikan jaminan akses ke tahanan Criminal Investigation Department (CID) kapanpun dikehendaki," lanjutnya.
 
"Kami sudah berhasil bertemu langsung dengan Rustawi. Yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan menyampaikan bahwa tidak tahu menahu mengenai benda berbahaya yang ditemukan di dalam kopernya. Yang bersangkutan menyampaikan terima kasih atas kepedulian KBRI," ujar Duta Besar RI di BSB, Nurul Qomar.
 
Rustawi ditangkap bersama dua WNI lainnya pada 2 Mei 2015 karena ditemukannya sejumlah peluru dan benda berbahaya di dalam koper mereka. Mereka ditangkap dalam perjalanan umrah ke Arab Saudi dari Surabaya menggunakan penerbangan Royal Brunei. 
 
Dua WNI lainnya, Bibit dan Pantes Sastro Prajitno, telah dilepaskan dan melanjutkan perjalanan mereka ke Arab Saudi. Sementara itu Rustawi tetap ditahan dan akan disidangkan pada 11 Mei 2015. Jika Rustawi terbukti bersalah maka terancam hukuman 5-15 tahun penjara. KBRI BSB telah memastikan bahwa dalam persidangan nanti Rustawi akan didampingi pengacara.



(FJR)