5 Alasan di Balik Fenomena Hamil Samar

   •    Jumat, 08 May 2015 15:31 WIB
kesehatanhamil
5 Alasan di Balik Fenomena Hamil Samar
Banyak wanita tak sadari kehamilannya.(Foto:Telegraph.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak sadar bahwa sedang hamil atau mengandung mungkin terdengar lucu. Namun, hal ini benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.

Buktinya, seorang wanita berusia 25 tahun di Inggris sangat terkejut ketika ia melahirkan bayi saat sedang duduk di toiletnya. Selain itu, seorang wanita dari Massachusetts yang dilarikan ke UGD akibat nyeri punggung juga tidak tahu bahwa dia rupanya akan melahirkan.

Ya, banyak orang mungkin akan sulit memahami fenomena ini. Pasalnya, kehamilan biasanya ditandai dengan gejala-gejala yang cukup khas selama sembilan bulan. Ternyata, fenomena yang dikenal dengan 'hamil samar' ini sangat mungkin terjadi dan menimpa beberapa wanita. 

Lalu apa yang menyebabkan wanita tidak sadar bahwa mereka sedang mengandung? Berikut alasannya.

- Kelebihan berat badan
Mary Ajne Minkin, seorang profesor klinis dari ob-gyn di Yale School of Medicine menjelaskan, wanita dengan kelebihan berat badan alias kegendutan kurang bisa melihat perubahan fisik, bahkan mereka bisa tidak sadar bahwa mereka sedang mengandung. Hal ini bisa terjadi lantaran lemak berlebih melindungi mereka dari tendangan si calon bayi.

- Tes kehamilan tidak 100 persen akurat
Tes kehamilan bisa saja salah terutama jika tubuh Anda tidak memproduksi cukup hormon yang seharusnya terdeteksi oleh alat tes kehamilan. Jika Anda minum terlalu banyak air, urin akan menjadi sangat encer sehingga kadar hormon Anda juga diencerkan. Jadi, jika Anda kurang yakin dengan hasil tes kehamilan Anda, lakukan tes ulang untuk memastikannya kembali, atau dengan datang langsung ke dokter kandungan agar lebih akurat.

- Bayi dalam kandungan sangat tenang
Di trimester kedua, sangat normal bagi bayi untuk mulai bergerak seperti menendang. Namun, Minkin mengatakan bahwa tidak semua janin melakukan itu.

"Ada juga kemungkinan bahwa bayi bergerak, tapi karena plasenta di depan bayi, wanita hamil tidak akan merasakan apa-apa," jelas Minkin.

- Menganggap kehamilan sebagai tanda Perimenopause
Kebanyakan wanita mulai mengalami perimenopause pada antara usia 39 tahun sampai 51 tahun. Perimenopause merupakan menstruasi yang tidak teratur, periode yang berhenti selama berbulan-bulan sebelum memulai lagi, dan perubahan tubuh lainnya seperti kenaikan berat badan. Itulah mengapa banyak wanita di usia akhir 40-an menyangka bahwa mereka tidak sedang hamil melainkan mengalami perimenopause.

"Ini terjadi pada seorang pasien saya berusia 46 tahun. Dia mendatangi saya dan mengeluh tentang berat badan perimenopause. Saya memeriksanya dan melihat bahwa dia sedang hamil trimester kedua," kata Minkin.

- Memiliki masalah perut
Karena memiliki masalah perut yang sering menimbulkan mual, muntah, kembung dan gangguan perut lainnya, banyak wanita mengabaikannya begitu saja. Padahal, bisa jadi bahwa mereka sedang mengalami morning sickness.

"Dan ketika masalah itu menghilang setelah beberapa bulan, Anda pikir itu telah berakhir. Anda tidak akan sadar bahwa Anda baru saja melewati trimester pertama," tutur Minkin. (Ningtriasih/womenshealthmag)


(LOV)