Hadapi MEA, Ekonomi RI Belum Efisien

Ismail    •    Jumat, 08 May 2015 15:44 WIB
mea 2015
Hadapi MEA, Ekonomi RI Belum Efisien
Ajang MEA 2015 -- Ilustrasi FOTO: Dokumentasi Setkab

Metrotvnews.com, Sumedang: Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 menjadi tantangan yang cukup berat bagi Indonesia karena sampai saat ini perekonomian Indonesia belum seefisien seperti yang diharapkan.

Rektor Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) Burhanudin Abdullah mencontohkan, suku bunga kredit di Indonesia saat ini masih berkisar antara 16-22 persen. Sementara di negara tetangga lebih rendah yaitu di bawah 10 persen seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

"Produktivitas di negeri ini pun belumlah seproduktif negara tetangga, sehingga berbagai hal harus disiapkan oleh kita. Salah satunya adalah manajemen makroekonomi kita harus diefisienkan," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, di sela-sela acara Dies Natalis Ikopin, seperti diberitakan Jumat (8/5/2015).

Oleh karena itu, untuk bisa bersaing di MEA, tentunya berbagai kasus seperti korupsi, pungli, redtif atau birokrasi yang berbelit-belit, harus di stream line atau harus dihilangkan dari negeri tercinta ini.

Pada tingkat yang lebih mikro, tingkat individu, tentunya peningkatan kemampuan dan keterampilan pada konteks ini sertifikasi merupakan salah satu langkah yang bisa membantu menjamin kebersaingan.

"Jadi kita sertifikasi para pekerja kita, lulusan kita, seperti sertifikasi koperasi, sertifikasi kemampuan komputer dan lainnya tentunya itu adalah salah satu upaya dan langkah-langkah untuk menghadapi MEA yang tidak lama lagi," pungkasnya.


(AHL)