Insentif Mobil LCGC Tergantung Kemenperin

- 21 Januari 2013 20:23 wib
<p>MI/Usman</p>

MI/Usman

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah memastikan akan memberikan insentif bagi industri yang mau memproduksi kendaraan murah dan ramah lingkungan (low cost green car). Aturan insentif pajak ini akan diatur oleh Kementerian Perindustrian.

"Aturan dan persyaratan industri yang menerima insentif pajak ini akan diatur oleh Kementerian Perindustrian," ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Senin (21/1).

Bambang menyebutkan besaran insentif pajak untuk mobil murah berbeda dengan mobil hemat bahan bakar. Untuk mobil murah, kata dia, insentif tersebut diberikan dalam bentuk potongan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) hingga mencapai 100% dari besaran pajak yang saat ini berlaku.

Sementara untuk industri yang memproduksi kendaraan berbahan bakar hemat energi (green car), ada 2 bentuk skema insentif yang diberikan. Skema pertama, pemerintah berikan insentif pemotongan PPnBM sebesar 50% dari besaran pajak yang berlaku kepada industri pemproduksi kendaraan hemat bahan bakar 28km/liter. Misalnya, kendaraan roda empat itu saat ini dikenakan pajak 25%, maka industri akan mendapatkan insentif PPnBM 12,5% atas kendaraan hemat bahan bakar 28km/lt tersebut.

Skema kedua, lanjutnya, pemerintah akan berikan insentif potongan pajak PPnBM 25% dari besaran pajak yang saat ini berlaku kepada industri memproduksi mobil berbahan energi 20-28km/lt.

Adapun besaran pajak PPnBM kendaraan saat ini adalah 25-75%. "Besaran insentifnya akan disesuaikan dengan nilai kendaraan tersebut," sebutnya.

Menteri Keuangan menambahkan bahwa insentif pajak ini diperuntukan pengembangan industri ini di Indonesia sehingga bisa menarik tenaga kerja di Indonesia. "Ini diberikan seterusnya yang penting mobil itu diproduksi di Indonesia dan ini tidak berlaku untuk yang impor atau built up," tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menghitung dampak dari penerapan aturan ini. Potensi penerimaan Negara menyusut Rp760 miliar. Nilai ekspor naik 10%-12,5% khususnya industri suku cadang, investasi naik 0,1-0,15% dan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi 0,2%-0,3%. (Daniel Wesly Rudolf/X-13)

()

BERAGAM program khusus kaum hawa digelar untuk memperingati hari kelahiran RA Kartini.