Lokalisasi Ditutup, Yayasan Majapahit: Kami Ini Lembaga Legal

Nurul Hidayat    •    Senin, 11 May 2015 15:45 WIB
prostitusi
Lokalisasi Ditutup, Yayasan Majapahit: Kami Ini Lembaga Legal
Pintu masuk Yayasan Majapahit, Metrotvnews.com/ Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Mojokerto: Yayasan Majapahit menolak pembentukan tim untuk mengawal penutupan lokalisasi Balongcangkring di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Yayasan Majapahit menilai pembentukan tim sebagai bentuk arogansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

"Kita ini sebuah lembaga formal dan legal, tidak bisa mereka dengan semena-mena membentuk tim kemudian menutup tempat ini, kita selama ini tidak pernah diajak bicara. Mereka terkesan memaksa agar tempat ini ditutup," kata Ketua Yayasan Majapahit, Teguh Stariaji, Senin (11/5/2015).

Menurutnya, penutupan lokalisasi bukanlah solusi menangani masalah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di yayasan tersebut. "Hendaknya pemkot maupun pemprov mengajak kami untuk bicara, bukan serta-merta membentuk tim yang kami tidak dilibatkan," pungkasnya.

Di lain tempat, Kepala Bagian Humas dan protokol Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, mengatakan tak berniat menutup yayasan tersebut. Namun, pihaknya justru berupaya mengatasi masalah PMKS, utamanya pedagang seks komersil (PSK), yang berada dalam naungan Yayasan Majapahit.

"Kita menghormati keberadaan Yayasan Majapahit yang membantu pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan PMKS. Namun fokus kita terhadap PSK yang di sana yang masih melakukan kegiatan prostitusi itu yang lebih kita utamakan agar tidak lagi melakukannya di Yayasan Majapahit," jelasnya.


(RRN)