Sidang Praperadilan Novel Baswedan Digelar 25 Mei

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 11 May 2015 16:56 WIB
novel baswedan
Sidang Praperadilan Novel Baswedan Digelar 25 Mei
Penyidik KPK Novel Baswedan--MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang praperadilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan segera digelar. Hal ini terkait permohonan Novel terhadap status tersangka yang ditetapkan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

"Sidang tanggal 25 Mei," kata pengacara Novel, Muji Kartika Rahayu, kepada Metrotvnews.com, Senin (11/5/2015).

Muji enggan membocorkan persiapan tim kuasa hukum untuk menghadapi termohon Bareskrim pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). "Enggak ada persiapan khusus," imbuh Muji.

Permohonan praperadilan dengan Nomor Register Perkara 37/pid.prap/2015 PN Jaksel ini meminta agar menyatakan tidak sah penangkapan dan penahanan atas Novel Badwedan. Selain itu Novel juga meminta agar termohon mengaudit kinerja penyidik dalam penahanannya.

Melalui tim kuasa hukum, Novel juga meminta hakim agar menghukum termohon membayar ganti kerugian sebesar Rp1. Mereka juga menuntut Kepolisian meminta maaf kepada Novel dan keluarga.

Permohonan praperadilan ini dilayangkan pada Senin 4 mei lalu. Isi permohonan berkaitan dengan penangkapan dan penahanan yang dilakukan Kepolisian RI yang dilakukan pada 1 Mei 2015.

Salah satu alasan Novel mengajukan praperadilan ialah kadaluarsanya surat perintah penangkapan. Surat itu dikeluarkan pada 24 April 2015, sedangkan penangkapan baru dilakukan pada 1 Mei 2015.

"Apakah lazim ditangkap dan ditahan malam-malam, hal tersebut sudah melanggar peraturan internal polri sendiri," ujar Muji Senin kemarin.

Hari ini, Novel juga mengajukan kembali permohonan praperadilan ke PN Jaksel. Kali ini, dia menggugat penggeledahan dan penyitaan Bareskrim di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Novel digelandang penyidik Bareskrim Polri pada Jumat 1 Mei dini hari dari kediamannya. Novel dijadikan tersangka atas kasus dugaan penembakan pelaku pencurian sarang burung walet saat menjadi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, pada 2004. Kasusnya sempat ditunda pada 2012 atas permintaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, kasus ini diusut kembali oleh Polda Bengkulu. Pengusutan kasus tersebut dilaksanakan oleh Bareskrim dengan alasan berdekatan dengan tempat tinggal.


(YDH)