Jika Listrik Bertenaga Nuklir Bahaya, AS & Prancis Sudah Hancur

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 12 May 2015 17:52 WIB
nuklir
Jika Listrik Bertenaga Nuklir Bahaya, AS & Prancis Sudah Hancur
Ilustrasi. MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebutuhan listrik di Indonesia ke depan semakin bertambah. Isu krisis listrik pun bisa menjadi nyata jika tidak ada upaya untuk menambah kapasitas listrik nasional.

Wacana untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pun hingga kini tak kunjung terealisasi. Padahal, nuklis bisa menyediakan listrik dengan harga yang lebih murah di masyarakat.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir mengatakan kendala yang menghambat pembangunan PLTN yakni karena pemerintah mempertimbangkan ketakutan masyarakat akan bahaya nuklir seperti yang terjadi di Jepang saat reaktornya meledak 2011 lalu.

"Sekarang masyarakatnya saja masih ada ketakutan. Masyarakat masih takut bahayanya," kata Nasir ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015).

Menurut dia, sebenarnya masyarakat tidak perlu berlebihan mencemaskan dampak negatif pembangunan PLTN. Yang harus dipikirkan malah bagaimana PLTN mampu memenuhi kebutuhan listrik nasional, karena jika tidak Indonesia akan tertinggal dengan negara-negara lain yang listriknya terpenuhi dengan adanya PLTN seperti AS, Prancis, dan juga Finlandia.

"Sebenarnya enggak ada apa-apa. Kalau bahaya, AS sudah tenggelam, Prancis sudah hancur. Semua sudah pakai nuklir, Finlandia juga sudah begitu," tuturnya.

Lebih lanjut, pemerintah mulai mewacanakan kembali pembangunan PLTN, bekerja sama dengan negara-negara lain. Dia pun mendorong Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun lima reaktor nuklir hingga 2025 mendatang.

"Dalam hal ini kerja sama dan belajar dengan Jerman, Finlandia, Rusia, Jepang, dan Korsel. Kita harus move ke pembangkit listrik tenaga nuklir, kalau enggak, bisa ketinggalan," pungkasnya.


(WID)