Menko Sofyan: Neraca Dagang Surplus, Impor Barang Modal Malah Turun

Fathia Nurul Haq    •    Jumat, 15 May 2015 17:37 WIB
neraca perdagangan indonesia
Menko Sofyan: Neraca Dagang Surplus, Impor Barang Modal Malah Turun
Menko Perekonomian Sofyan Djalil. Dok/Suci Sedya Utami

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan sepanjang April 2015 sebesar USD454,4 juta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menilai hal tersebut bukanlah sinyalemen positif perekonomian. Pasalnya, impor barang modal juga mengalami penurunan sebesar 13,62 persen secara bulanan (mtm) dan 13,94 persen secara tahunan (yoy).

"Disatu pihak bagus, di pihak lain kita harus lihat kenapa dan yang berkurang itu apa," ujar Sofyan kepada Media Indonesia ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Pemerintah mengklaim penyerapan anggaran belanja mulai gencar pada April. Turunnya impor barang modal dapat mengindikasikan kegagalan penyerapan anggaran yang secara garis besar juga mengindikasikan terhambatnya pertumbuhan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Sofyan mengatakan pemerintah perlu melakukan perbaikan yang signifikan guna mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,7 persen di tahun 2015. "Kalau yang berkurang itu barang modal harus diperbaiki," pungkasnya.

Seperti diberitakan, BPS hari ini merilis, neraca perdagangan Indonesia pada April 2015 surplus USD454,4 juta. Selama kurun waktu itu nilai ekspor tercatat USD13,08 miliar sedang nilai impor USD12,63 miliar.


(WID)