Ini Penjelasan Aher Soal Pembangunan Stadion Gedebage

Githa Farahdina    •    Jumat, 15 May 2015 22:59 WIB
kasus korupsi
Ini Penjelasan Aher Soal Pembangunan Stadion Gedebage
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjawab pertanyaan awak media usai menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi dalam pembangunan proyek stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Jawa Barat di Bareskrim POLRI, Jakarta, Jumat, (15/5). --- Foto: MI/

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akhirnya selesai diperiksa penyidik Bareskrim Polri. Ia diperiksa sekitar 15 jam sejak pukul 06.00 WIB hingga nyaris pukul 22.00 WIB.

"Saya terangkan seluruhnya. Saya beberkan seluruhnya. Semenjak 2007 sebelum saya jadi gubernur sudah ada bantuan. 2009 ada lagi 2010 tidak ada. Seluruhnya Gedebage. Kebijakan saya sebagai gubernur saya punya kewenangan. Saat sudah jatuh sudah seluruhnya kewenangan Kota Bandung," kata pria yang akrab disapa Aher di Bareskrim Polri, Jumat (15/5/2015).

Bantuan turun per dua tahun. Pada 2007, bantuan didapat Rp10 miliar, 2009 senilai Rp125 miliar, 2010 senilai Rp100 miliar dan pada 2014 senilai Rp50 miliar.

"Bantuan ini sekali lagi keuangan sudah sesuai prosedur perundangan yang ada. Sudah jatuh masuk ke rekening Bandung tanggung jawab Bandung. Sudah masuk APBD Bandung. Mekanisme pengawasan ada, BPKP ada, BPK tiap tahun," terang politikus PKS ini.

Pengawas perencanaan pun tambah Aher sudah ada. Adanya kasus korupsi membuat kecewa semua pihak. Secara prinsip, tambah Aher, masyarakat setempat menyetujui rencana pembangunan stadion tersebut. Apalagi, dari masyarakat pecinta bola.

Hari ini, Aher diganjar puluhan pertanyaan. "Pertanyaan standar biodata. Pokoknya, tidak sampai 30 (pertanyaan). Nama istri anak semua pekerjaan apa yang pernah terjadi sekolah SD. Hasil analisa 2007-2011,"Jelasnya.


(ALB)