Ada 300 Bayi di Kota Bandung Terinfeksi HIV

Roni Kurniawan    •    Selasa, 19 May 2015 15:18 WIB
aids
Ada 300 Bayi di Kota Bandung Terinfeksi HIV
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara/MTVN_Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Sebanyak 300 bayi di Kota Bandung, Jawa Barat, dinyatakan positif terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV). Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat jumlah bayi yang terinfeksi HIV kian bertambah setiap tahun. Virus yang menyebabkan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) itu didapat dari perilaku orang tua para bayi itu.

"Data kami sampai tahun 2014, ada 300 bayi yang terkena HIV positif. Bisa saja orang tua itu dulunya punya riwayat apa atau istrinya dapat 'hadiah' apa dari suaminya, lalu menikah dan punya anak. Setiap tahunnya kasus itu meningkat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara kepada wartawan di halaman Hotel Golden Flower, Bandung, Selasa (19/5/2015).

Ahyani mengaku sudah berkoordinasi dengan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Bandung dan organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk menekan jumlah pengidap HIV/AIDS di Kota Bandung. Dinkes Kota Bandung juga memberikan perawatan terhadap ratusan bayi yang tertular HIV itu.

"Perawatan khusus bayi harus rajin diberi susu untuk mengurangi risiko dan mempertahankan daya tahan tubuh bayi. Selain itu kontrol secara teratur," imbuh dia.

Dinkes Kota Bandung pun mengklaim fasilitas untuk mendeteksi HIV/AIDS sudah tersedia di beberapa Puskesmas di Kota Bandung. Hal itu diakuinya sebagai salah satu cara untuk mengetahui pengidap HIV/AIDS.

"Sekarang Puskesmas sudah bisa mendeteksi secara aktif. Jadi orang-orang yang dulu tidak ketahuan, sekarang bisa ketahuan. Karena ini seperti fenomena gunung es. Jadi cegah penyakitnya, lakukan pendeteksi dini dan berobat secara teratur," ujar Ahyani.

Selain itu, untuk mengatasi bertambahnya jumlah pengidap HIV/AIDS, Ahyani mengatakan di setiap kecamatan sudah dibangun kelompak Warga Peduli HIV/AIDS. Diharapkan warga peduli dalam memberantas penyebaran HIV/AIDS dan tidak ada stigma buruk terhadap pengidap HIV/AIDS.

"Penyebab terbanyak saat ini NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) suntik dan perilaku seksual, seperti berganti pasangan atau melakukan hubungan seksual yang tidak semestinya. Dan sekarang juga sudah ada kelompok warga yang peduli HIV/AIDS untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi," pungkasnya.
 


(TTD)