"Bulu Tangkis Indonesia Belum Punya Andalan di Sektor Tunggal"

Alfa Mandalika    •    Rabu, 20 May 2015 16:47 WIB
bulu tangkis
Indonesia belum memiliki tunggal putra seperti Taufik Hidayat (KAZUHIRO NOGI / AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Prestasi bulu tangkis Indonesia kembali menjadi sorotan. Terakhir, Indonesia gagal menjuarai ajang Piala Sudirman.

Indonesia menembus babak semifinal di ajang tersebut. Namun, ketika bertemu Tiongkok di empat besar, Indonesia seakan tidak berdaya. Alhasil, Indonesia keok dengan kedudukan 1-3. Ketika itu, Indonesia sempat unggul berkat aksi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Namun, di tiga laga selanjutnya Indonesia tidak bisa mengimbangi para pebulu tangkis Tiongkok.

Bellaetrix Manuputty yang turun di nomor tunggal putri tidak bisa menyelesaikan pertandingan lantaran mengalami cedera. Lalu, di nomor tunggal putra Jonatan Christie gagal mengimbangi permainan Chen Long. Jonatan menyerah dengan straight game 21-10 dan 21-15.

Di nomor ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda hampir saja memenangkan laga keempat ketika berhasil merebut game pertama kontra Tang Yuanting/Yu Yang. Namun, mereka gagal mempertahankan kesuksesan itu dan terpaksa menyerah pada dua game selanjutnya lewat skor 17-21, 21-17, dan 21-15.

"Memang di lima nomor kekuatan kita tidak merata. Kita sulit untuk meraih gelar Piala Sudirman atau Thomas dan Uber. Nomor tunggal putra dan putri masih sulit mengejar Tiongkok," kata legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata ketika berbincang dengan Metrotvnews.com, Rabu (20/5/2015).

"Kita berharap Greysia/Nitya bisa menyamakan skor menjadi 2-2. Tapi, mereka juga takluk. Setidaknya kalau skor tetap 2-2 Tiongkok akan mendapatkan tekanan," sambungnya.

Christian juga menyoroti sektor tunggal putra dan putri Indonesia yang belum punya pemain andalan.

"Sektor tunggal Indonesia tidak punya andalan. Kita belum punya lagi pemain sekelas Taufik Hidayat. Di Malaysia ada Lee Chong Wei. Di Tiongkok ada Lin Dan. Jadi ini benar-benar menjadi pekerjaan rumah yang berat dan bagi Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Mereka harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh nomor tunggal putra dan putri," papar pria yang aktif di PB Djarum itu.


(HIL)