Negara Kecipratan USD13 Juta dari Kontrak Wilayah Kerja Blok Migas

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 22 May 2015 11:47 WIB
migas
Negara Kecipratan USD13 Juta dari Kontrak Wilayah Kerja Blok Migas
Menteri ESDM Sudirman Said (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyebutkan, hasil dari penandatanganan 12 kontrak wilayah kerja blok migas baik konvensional maupun nonkonvensional yang telah dilakukan menghasilkan keuntungan bagi negara sebesar USD13 juta.

Sudirman menerangkan, keuntungan sebesar USD13 juta ini berasal dari bonus penandatanganan delapan Wilayah Kerja Migas Konvensional (WK Migas Konvensional) dan empat Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja Migas Non Konvensional (WK MNK).

"Dari kontrak ini negara kecipratan bonus USD13 juta ," kata Sudirman, dalam sebuah diskusi di acara The-39th Indonesia Petroleum Association Convention & Expo, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Ia menjelaskan, bonus tersebut berasal dari bonus tanda tangan atau signature bonus yang akan diterima langsung oleh pemerintah dari penandatanganan Blok WK Migas Konvensional sebesar USD9 juta dan penandatanganan Blok WK MNK sebesar USD4 juta.

Adapun delapan Wilayah Kerja Migas Konvensional dan empat Wilayah Kerja Migas Non Konvensional (MNK) tersebut, yakni:

Pertama, North madura II, berlokasi di Offshore Jawa Timur dengan luas 1.288,20 km2, dipegang oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yaitu PC North Madura II ltd. Kedua, Kualakurun, berlokasi di Onshore Kalimantan Tengah dengan luas 8.209,96 km2, dipegang oleh KKKS Conoco philips Kalimantan Exploration, ltd dan PT Kualakurun ltd.

Ketiga, Aru Through I, berlokasi di Offshore Aru dengan luas 8.262,03 km2, dipegang oleh KKKS Statoil Indonesia Aru Through I B.V. Keempat, Garung, dengan luas berlokasi di Onshore Kalimantan Tengah dengan luas 7.250,35 km2, dipegang oleh KKKS PT Mentari Garung Energi.

Kelima, Offshore Pulau Moa Selatan, berlokasi di Maluku dengan luas 8.198,09 km2, dipegang oleh KKKS Shell Pulau Moa PTE ltd. Keenam, Southeast Papua, berlokasi di Onshore Papua dengan luas 8.716,37 km2, dipegang oleh KKKS Konsorsium Sepapu Energy PTE ltd dan Kau 2 PTE ltd.

Ketujuh, Abar, berlokasi di Offshore Utara Jawa Barat dengan luas 8.260,80 km2, dipegang oleh KKKS PT Pertamina Hulu Energi Abar. Kedelapan, Anggursi, berlokasi di Offshore Utara Jawa Barat dengan luas 8.300,98 km2 dipegang oleh KKKS PT Pertamina Hulu Energi Anggursi.

Kesembilan, MNK Kisaran, berlokasi di Riau-Sumatera Utara, dengan luas 2.180 km2 dengan KKKS Konsorsium Pacific Oil & Gas (MNK Kisaran) Limited, Bukit Energy Resources Barumun Pte. Ltd. dan NZOG MNK Kisaran PTY Limited.

Kesepuluh, MNK Palmerah, berlokasi di South Sumatera dengan luas 994,2 km2 dipegang oleh KKKS Konsorsium Bukit Energy Resources Sakakemang Deep Pte. dan PT Pertamina Hulu Energi MNK Sakakemang.

Kesebelas, MNK SakaKemang, berlokasi di Sumatera Selatan dengan luas 2.378 km2 dipegang oleh KKKS Petroselat NC Ltd. Keduabelas, MNK Selat Panjang, berlokasi di Riau dengan luas 1316 km2 dipegang oleh KKKS Konsorsium Bukit Energy Resources Palmerah Deep Pte. Ltd,  NZOG MNK Palmerah Pty. Limited, PT Surya Selaras Sejahtera MNK Palmerah, Arcadia Corporation Limited dan PT Inti Raya Sukses.


(ABD)