Kredit Investasi BPR Sulut Tumbuh 42,37%

Antara    •    Selasa, 26 May 2015 19:23 WIB
bank indonesia
Kredit Investasi BPR Sulut Tumbuh 42,37%
Bank Indonesia (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Manado: Bank Indonesia (BI) mencatat kredit investasi yang telah disalurkan oleh bank perkreditan rakyat (BPR) di Sumatera Utara (Sulut) hingga Maret 2015 mengalami pertumbuhan sebanyak 42,37 persen.

"Hingga Maret 2015 penyaluran kredit investasi oleh BPR Sulut mencapai Rp21,25 miliar atau meningkat 42,37 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu yang hanya Rp14,93 miliar," kata Asisten Direktur BI Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) Ignatius Adhi, di Manado, Selasa (26/5/2015).

Ignatius mengatakan, dari pertumbuhan tersebut jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya juga meningkat sebanyak 1,27 persen dari Rp20,99 miliar pada Februari menjadi Rp21,25 miliar di Maret 2015. Peningkatan ini, lanjutnya, cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya di mana penyalurannya sangat kecil.

Dirinya tak memungkiri jika dibandingkan dengan kredit modal kerja dan konsumsi, kontribusi kredit investasi hanya sekitar 3,12 persen dari keseluruhan pinjaman BPR Sulut.

Ignatius mengaku bahwa BI akan terus mendorong agar perbankan, termasuk BPR bisa terus meningkatkan ekspansi kredit ke sektor produktif, karena sektor ini memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Kendati terjadi kenaikan realisasi kredit investasi BPR, tetapi dari sisi pangsa kredit terhadap total masih relatif kecil.

"Namun dengan pertumbuhan 42,37 persen memberi sumbangsih pada angka pertumbuhan total kredit BPR yang mencapai Rp681 miliar hingga Maret 2015," jelasnya.

Peningkatan ekspansi kredit investasi oleh BPR tersebut, masih kata Ignatius, tak lepas dari kondisi ekonomi daerah yang terus membaik, sehingga bank tersebut terus membuka diri terhadap permintaan kredit masyarakat.

"Perbankan khususnya BPR mulai menatap kredit investasi. Hal ini pertanda baik karena kredit tersebut akan membiayai sarana dan prasarana yang imbasnya mendorong kegiatan usaha produktif masyarakat," pungkasnya.



(ABD)