Bayer Indonesia Rogoh 8,1 Juta Euro Perluas Produksi Farmasi

Husen Miftahudin    •    Rabu, 27 May 2015 10:40 WIB
bayer indonesia
Bayer Indonesia Rogoh 8,1 Juta Euro Perluas Produksi Farmasi
Menperin Saleh Husin bersama Presdir PT Bayer Indonesia Ashraf Al-Ouf. FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Depok: PT Bayer Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri farmasi di Indonesia. Salah satunya adalah dengan merogoh kocek sebesar 8,1 juta euro untuk memperluas fasilitas produksi farmasi di Cimanggis.

Presiden Direktur PT Bayer Indonesia, Ashraf Al-Ouf mengatakan, perluasan pabtik ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas produksi pabrik secara keseluruhan guna mengekspor produk-produk kesehatan ke 20 negara pada tahun ini.

"Investasi yang ditanamkan oleh Bayer untuk pengembangan fasilitas produksi di Cimanggis ini sejalan dengan upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam memperkuat industri secara umum di Indonesia pada 2015. Selain itu, ini juga untuk menyuplai produk-produk kesehatan ke banyak negara," ungkap Ashraf, dalam sambutan Peresmian Peresmian Pabrik PT Bayer Indonesia di Cimanggis, Depok, Rabu (27/5/2015).

Ia menambahkan, fasilitas produksi ini dioperasikan oleh 350 tenaga kerja profesional Indonesia. Fasilitas produksi Bayer HealthCare di Cimanggis menggunakan teknologi produksi effervescent dan non-effervescent untuk mengolah produk-produk obat bebas dan multivitamin.

Sebagai bagian dari investasi yang berkelanjutan, sambung Ashraf, lini produksi dengan teknologi effervescent sedang dibangun untuk menambah volume produksi. Dalam waktu dekat, Bayer berencana untuk terus meningkatkan kapasitas produksi di pabrik Cimanggis.

"Kami sangat bangga akan investasi serta kinerja operasional dari pabrik Cimanggis. Kami juga sangat senang mendengar komitmen Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan kolaborasi strategis guna menciptakan iklim investasi yang baik di Indonesia," pungkas Ashraf.

Sebagai informasi, pada 2014 PT Bayer Indonesia telah mempekerjakan sebanyak 118 ribu orang dengan penjualan senilai 42,2 miliar euro atau setara dengan Rp588.000 triliun. Belanja modal sebesar 2,5 miliar euro atau Rp35 ribu triliun dengan biaya research and development senilai 3,6 miliar euro atau Rp50.400 triliun.
(AHL)