Ratu Atut Pastikan Tak Ajukan Praperadilan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 29 May 2015 21:47 WIB
praperadilan
Ratu Atut Pastikan Tak Ajukan Praperadilan
Ratu Atut Chosiyah--MI/Susanto/bb

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur nonaktif Banten, Ratu Atut Chosiyah mengatkan tak akan mengajukan gugatan praperadilan untuk mengikuti beberapa tersangka korupsi KPK lainnya. Atut bakal mengikuti jalannya proses hukum di KPK sebagaimana adanya.  

"Tidak ada praperadilan. Saya tidak memikirkan untuk praperadilan," kata Ratu Atut usai diperiksa 11 jam di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2015).

Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten tahun anggaran 2011-2013 itu mengaku tidak pernah terbesit dipikirannya untuk melawan lembaga antikorupsi ini melalui jalur praperadilan.

"Saya menghormati proses hukum yang berlaku," ujar dia.

Dalam perkara dugaan pemerasan ini, KPK telah menetapkan Ratu Atut sebagai tersangka. Ratu Atut dijerat dengan Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal 12 huruf e merupakan pasal yang memuat mengenai dugaan tindak pemerasan. Ancaman hukuman adalah pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara dan minimal empat tahun penjara serta denda paling banyak Rp 1 miliar dan paling sedikit Rp 200 juta.

Politikus Golkar ini juga tersangkut kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar terkait sengketa pemilihan kepala daerah di Lebak, Banten. Hakim Tipikor pun telah menyatakan Ratu Atut bersalah.


(REN)