Gatot Suwondo Lepas Jabatan dari Komisaris BRI

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 01 Jun 2015 16:28 WIB
bri
Gatot Suwondo Lepas Jabatan dari Komisaris BRI
Dirut BNI Gatot Suwondo -- ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengungkapkan Gatot Suwondo resmi mengundurkan diri dari posisi Komisaris perseroan. Pengunduran diri yang dilayangkan sudah diajukan ke perseroan.

"Saudara Gatot Suwondo telah mengajukan pengunduran diri sebagai Komisaris BRI, sebagaimana surat permohonan pengunduran diri yang diajukan oleh yang bersangkutan," kata Corporate Secretary BRI Budi Satria, seperti dikutip dalam laporannya di keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/6/2015).

Menurut Budi, sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2015, pengangkatan anggota Dewan Komisaris berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

"Dapat kami sampaikan, mengingat saudara Gatot Suwondo belum mendapat persetujuan OJK atas fit and proper test, sehingga yang bersangkutan belum efektif sebagai anggota Dewan Komisaris perseroan," kata Budi.

Seperti diberitakan sebelumnya, BRI mengangkat beberapa nama menjadi komisaris untuk mengawal perusahaan pelat merah tersebut. Nama-nama tersebut pun sudah tak asing di telinga masyarakat. Dalam RUPST Kamis, 19 Maret 2015, perseroan mengangkat Mustafa Abubakar menjadi komisaris utama. Sebelumnya, Mustafa adalah mantan menteri BUMN.

Sementara untuk Wakil Komisaris Utama dipegang oleh Gatot Trihargo. Gatot juga memegang dua jabatan serupa di PT Pertamina (Persero) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Selain itu, Gatot juga aktif sebagai Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Kontruksi dan Jasa lain Kementerian BUMN.

Kemudian, untuk jajaran komisaris ada Gatot M Suwondo. Gatot hijrah dari BNI dan ditunjuk menjadi komisaris BRI, di mana sebelumnya dia merupakan direktur utamanya. Lalu ada Fuad Rahmany yang sebelumnya mempunyai peranan sebagai Dirjen Pajak. Selanjutnya ada Alexander Sonny Keraf yang merupakan mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup era Kabinet Persatuan Nasional. Lalu ada Adhyaksa Dault, mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Indonesia Bersatu.

Kemudian ada komisaris Jeffry Wurangian yang merupakan mantan Direktur Utama PT Bank Sulut, yang pernah bekerja pula di perusahaan milik Chairul Tanjung (CT), CT Corpora. Terakhir, Soni Loho seorang Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Indonesia, yang merupakan lulusan dari  Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang menyelesaikan program DIII akuntansi pada 1980.


(AHL)