IATA Targetkan Pendapatan USD30 Juta

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 03 Jun 2015 18:44 WIB
emiten
IATA Targetkan Pendapatan USD30 Juta
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) memprediksi pertumbuhan pendapatan bisa mencapai 27,65 persen menjadi USD30 juta di tahun ini, dari posisi pendapatan sebesar USD23,5 juta di 2014.

"Pendapatan kita bisa raih mencapai USD30 juta di tahun ini, ada peningkatan dari posisi pendapatan USD23 juta di tahun lalu," ujar Wakil Presiden Direktur IATA Wishnu Handoyono, ketika ditemui usai RUPST, di Gedung MNC Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Peningkatan pendapatan perseroan, menurut dia, didapatkan perseroan dari penjualan pesawat nonproduksi yang sudah usia lanjut dan dari pembangunan coal terminal.

Pembangunan coal terminal sudah dilakukan perseroan sejak 2014 di mana pembangunan sudah selesai dan berproduksi. Lanjut dia, pembangunan coal terminal dananya didapatkan dari modal sendiri dan pinjaman perbankan.

"Rencana penjualan pesawat nonproduksi usia yang lanjut kita lakaukan regenerasi. Kita jajaki potensial buyer fokre 90-96, atr 300. Sudah dijual satu pesawat helikoper pembuatan 1990, kita fokus penjualan aset produktif. Coal terminal juga bakal berkontribusi sebanyak USD6 juta-USD7 juta untuk revenue produksi," ungkap dia.

Sementara itu, perseroan optimistis bisa meraih laba yang positif di tahun ini, dari posisi rugi yang dialami perseroan sebesar USD5,17 juta di tahun lalu.

"Kita kurangi aset nonproduktif untuk maintenance dan insurance, agar kita bisa kita reviralisasi aset dan dapatkan laba," pungkas dia.

Seperti diketahui, perseroan meraih pendapatan sebesar USD23,5 juta di 2014, dari posisi pendapatan sebesar USD28 juta di 2013. Sedangkan perseroan mengalami kerugian USD5,17 juta di 2014.


(AHL)