Samad Akan Beri Kejutan di Sidang Praperadilan Novel Baswedan

Deny Irwanto    •    Kamis, 04 Jun 2015 12:32 WIB
praperadilan
Samad Akan Beri Kejutan di Sidang Praperadilan Novel Baswedan
Ketua KPK Abraham Samad. Foto: Metrotvnews.com/Al Abrar

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad hadir dalam sidang praperadilan yang diajukan penyidik KPK Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Samad hadir sekitar pukul 10.50 WIB di ruang sidang utama dan disumpah. Usai disumpah, Samad tidak langsung memberikan keterangan pada hakim tunggal Zuhairi dan memilih menunggu di luar ruang sidang.

Samad yang diberondong pertanyaan wartawan enggan membocorkan perihal kesaksian apa yang akan diungkapkan nanti.

"Kalau disampaikan sekarang, nanti sudah basi. Supaya itu merupakan sesuatu yang surprise. Kalau dikemukakan sekarang tidak jadi surprise," kata Samad di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera. Raya, Kamis (4/6/2015).

Samad menjelaskan, dirinya hanya bersaksi dan mengatakan perihal yang hanya dia ketahui. Dan tidak akan mengarang dalam memberikan sebuah kesaksiaan.

"Saya jelaskan apa yang saya ketahui dan saya lihat. Dengan sebenar-benarnya. Saya paham betul semua proses yang menimpa Novel. Saya ketahui jelas karena sata itu saya sebagai ketua KPK," tandasnya.

Novel mempraperadilankan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terkait pengkapan dan penahanan dirinya. Permohonan praperadilan beregister Nomor Perkara 37/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL. ini meminta majelis hakim agar menyatakan penangkapan dan penahanan atas Novel Baswedan tidak sah.

Sebelumnya, Novel digelandang penyidik Bareskrim Polri pada Jumat 1 Mei dini hari dari kediamannya. Novel dijadikan tersangka atas kasus dugaan penembakan pelaku pencurian sarang burung walet saat menjadi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, pada 2004. Kasusnya sempat ditunda pada 2012 atas permintaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, kasus ini diusut kembali oleh Polda Bengkulu. Pengusutan kasus tersebut dilakukan oleh Bareskrim dengan alasan berdekatan dengan tempat tinggal.


(MBM)