Kapolri Anggap Praperadilan Novel Biasa

Dheri Agriesta    •    Kamis, 04 Jun 2015 17:31 WIB
praperadilan
Kapolri Anggap Praperadilan Novel Biasa
Kapolri Jenderal Badrodin dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko---AFP/Romeo Gacad

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti tak memiliki rencana khusus untuk menghadapi sidang gugatan praperadilan yang diajukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Padahal, Novel optimis menang.

"Ya enggak apa-apa, proses saja. Kan biasa saja," kata Badrodin di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2015).

Badrodin menyebut, Polri akan mengikuti proses praperadilan yang sedang ditempuh Novel. Toh, tak ada yang spesial, persidangan akan berjalan seperti biasa.

"Ada tuntutan dan ada jawaban. Apa ada yang aneh? Saya pikir tidak ada. Proses hukum kan biasa, setiap hari terjadi di pengadilan," kata Badrodin.

Novel mengajukan praperadilan terhadap Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terkait pengkapan dan penahanan dirinya. Permohonan praperadilan beregister Nomor Perkara 37/PID.PRAP/2015/PN.JKT.SEL ini meminta majelis hakim agar menyatakan penangkapan dan penahanan atas Novel Baswedan tidak sah.

Sebelumnya, Novel digelandang penyidik Bareskrim Polri pada Jumat 1 Mei dini hari dari kediamannya. Novel dijadikan tersangka atas kasus dugaan penembakan pelaku pencurian sarang burung walet saat menjadi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, pada 2004. Kasusnya sempat ditunda pada 2012 atas permintaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, kasus ini diusut kembali oleh Polda Bengkulu. Pengusutan kasus tersebut dilakukan oleh Bareskrim dengan alasan berdekatan dengan tempat tinggal.


(TII)