Bos Sentul City Hadapi Vonis Pagi Ini

Meilikhah    •    Senin, 08 Jun 2015 07:01 WIB
korupsi
Bos Sentul City Hadapi Vonis Pagi Ini
Kwee Cahyadi Kumala. (Foto:MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk sekaligus terdakwa kasus suap bupati Bogor menghadapi vonis pagi ini, Senin, 8 Juni di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut mantan Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri itu dengan pidana kurungan selama 6,5 tahun.

Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan, penyidikan hingga tahap penuntutan di Pengadilan Tipikor, Majelis Hakim yang diketuai oleh Sugiyo Jumadi akhirnya menjatuhkan vonis pada Swie Teng meski satu minggu lebih lama dari jadwal pembacaan vonis yang sudah disusun.

"Kita butuh waktu lebih dari seminggu karena surat penahanan baru diterima. Jadi tidak bisa (menjatuhkan vonis) tanggal 3 (Juni), kita mundurkan tanggal 8 (Juni)," kata Hakim Sugiyo di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2015) lalu.

Jaksa menilai Swie Teng terbukti memengaruhi saksi sehingga merintangi penyidikan atas nama anak buahnya yang bernama Yohan Yap dan memberikan uang Rp5 miliar kepada Bupati Bogor, Rachmat Yasin, untuk menerbitkan rekomendasi tukar menukar kawasan hutan atas nama PT BJA.

Perbuatan itu menurut jaksa melanggar pasal 21 Undang-Undang (UU) No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No.201 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, menurut jaksa, perbuatan itu melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Tak hanya berupaya merintangi penyidikan Yohan Yap dan pemberian suap, Cahyadi juga berusaha menghilangkan barang bukti terkait surat rekomendasi tukar menukar kawasan lahan PT Bukit Jonggol Asri dengan meminta anak buahnya memindahkan dokumen-dokumen tersebut dari Jakarta ke Sentul City, Bogor.

Atas perbuatan tersebut, Jaksa menuntut Cahyadi dengan pidana kurungan 6,5 tahun dan denda Rp500 juta subsider lima bulan kurungan.


(REN)