Melki Duga Azis Syamsudin Dalang Penyerangan DPP Golkar

Intan fauzi    •    Selasa, 09 Jun 2015 22:25 WIB
golkar
Melki Duga Azis Syamsudin Dalang Penyerangan DPP Golkar
Waketum PG kubu Ical, Aziz Syamsuddin/MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP Partai Golkar (PG) kubu Agung Laksono, Melki Laka Lena mencurigai Wakil Ketua Umum PG kubu Aburizal Barkrie (Ical), Aziz Syamsuddin sebagai dalang penyerangan Kantor DPP PG di Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipim Jakarta Barat, Senin 8 Juni. Pasalnya, setelah 30 pemuda tak dikenal membawa senjata tajam ke lokasi, Aziz tiba-tiba muncul.

“Sebelum mereka menyerang masuk, polisi duluan ambil para preman yang berasal dari Indramayu dan dari Lampung, dibawalah preman-preman ini ke Polres Jakarta Barat. Beberapa saat kemudian datanglah Bang Azis Syamsudin kemudian meminta pihak kepolisian untuk membuka tempat agar sebagian pengurus dari KPPG yang membuat acara di DPP Partai Golkar,” kata Melki Laka Lena, di Hotel Mega Anggrek, Jalan Arjuna Selatan, Jakarta Barat, Selasa (9/6/2015).

Melki yang berada di lokasi atas perintah Agung Laksono mengingatkan Azis agar menggunakan jalan baik-baik dengan cara berdialog. “Ngapain harus pake cara dibuka, dipaksa pakai preman, kemudian itulah yang membuat kami kemarin bersitegang. Kita sudah punya tim islah, kita punya pimpinan-pimpinan partai, kita bicara dululah baik-baik. Kemudian kita aturlah teknis untuk maksud ke DPP,” jelasnya.

“Karena belum ada pembicaraan maka kita buatlah seperti itu (dilarang masuk),” sambung Melki.

Karena merasa ditolak itu, Azis mengancam Kantor DPP Golkar akan dikirimi pasukan. Secara implisit, Ketua Komisi 3 DPR RI itu menantang kubu Agung.

“Kemudian Bang Azis mengatakan ‘sayabawa pasukan nih, saya remote pasti masuk’,” jelas Melki.

Tak lama setelah Azis berkata seperti itu, pasukan yang diantar oleh tiga bus pun datang. Namun, pasukan itu masih dapat dihalau petugas kepolisian. Karena itulah kubu Agung menduga yang melakukan penyerangan ialah kubu Ical.

“Bang Azis pulang, munculah tiga bus membawa preman. Buat saya ini adalah remot yang dimaksudkan Bang Azis. Ada remot kemudian pasukan datang tapi kami bersyukur karena aparat kepolisian bisa menahan. Lalu dibawa ke Polsek Palmerah, baju mereka dibuka ditemukan senjata tajam cukup banyak, lalu dibawa ke Polres Jakbar,” papar Melki.


(OJE)